Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

2 Pria Pemalsu Hasil Tes PCR di Aceh Divonis 2 Tahun Penjara

Fajri Fatmawati • 15 Februari 2022 20:32
Banda Aceh: Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh memvonis seorang pria berinisial MF dua tahun penjara karena terbukti memalsukan surat tes dengan bayaran Rp 10.000.
 
Berdasarkan situs PN Banda Aceh, menyatakan ada dua terdakwa dalam perkara tersebut yaitu AOS dan MF. Perkara tersebut didaftarkan, Kamis, 11 November 2021. AOS didaftar dengan Nomor Perkara 398/Pid.B/2021/PN Bna dan MF, dengan Nomor Perkara 399/Pid.B/2021/PN Banda Aceh. 
 
Dalam dakwaan dijelaskan, kasus bermula saat AOS mendatangi Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan, pada 5 Juli 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Dia melakukan tes PCR covid-19 untuk keperluan keberangkatannya ke Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasil tes keluar pada 6 Juli 2021. OAS dinyatakan positif covid-19. Sedangkan syarat penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat harus negatif," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukriyadi dalam keterangannya, Selasa, 15 Februari 2022.
 
Kemudian, hal tersebut membuat AOS tidak bisa melakukan perjalanan. Sementara ia harus segera kembali ke kampung halamannya untuk melangsungkan pernikahan yang dijadwalkan pada 25 Juli 2021. Terdakwa kemudian diduga berniat mengubah hasil tersebut menjadi negatif. 
 
Baca: Pemkot Tangsel Klaim Kasus Gelombang Ketiga Covid-19 Terkendali
 
"Pada 7 Juli 2021, dia pun pergi ke salah satu fotokopi di kawasan Banda Aceh untuk meneruskan niatnya itu. Di fotokopi itu, AOS bertemu dengan terdakwa MF selaku pekerja. Dia lalu meminta bantuan untuk merubah hasil tes swab miliknya, dari positif menjadi negatif. MF lalu mengubahnya menggunakan komputer dan mencetaknya," ujarnya.
 
Awalnya hasil cetakan tidak sesuai dengan surat aslinya, sehingga kemudian MF memotong tulisan negatif surat palsu yang baru dicetaknya tersebut dan menempelkannya di surat dari balai laboratorium kesehatan daerah itu.
 
"Setelah tulisan positif tertutup dengan negatif, MF lalu memperbanyak surat dengan fotokopi warna dan menyerahkannya ke AOS. Hasil dari upaya mengubah surat tersebut, MF diduga mendapatkan imbalan Rp10 ribu dari OAS sebagai pembayaran," ungkap Sukriyadi.
 
Surat palsu hasil tes negatif itu kemudian digunakan OAS untuk memenuhi syarat keberangkatan. Namun, upayanya terbongkar ketika petugas bandara melakukan pemeriksaan validasi dokumen. Tanggal yang ada disurat palsu itu dianggap berbeda oleh petugas bandara. 
 
"Dugaan itu semakin diperkuat ketika petugas menghubungi dokter dari balai laboratorium yang mengeluarkan surat. Disampaikan bahwa AOS positif covid-19," ucapnya.
 
Mengetahui AOS telah melakukan tindakan pemalsuan surat, polisi lalu menangkap dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Banda Aceh, untuk menjalani isolasi. 
 
Atas tindakan tersebut, kedua terdakwa diadili di Pengadilan Negeri Banda Aceh dan dikenakan Pasal 263 ayat 1 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
 
Terdakwa AOS telah diadili pada Kamis, 23 Desember 2021, di PN Banda Aceh, dan dituntut tiga tahun penjara namun hakim memvonis dua tahun penjara. Sementara, MF dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan dan dituntut selama dua tahun penjara.
 
"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun," putus Hakim.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif