Ilustrasi--Warga membawa air bersih menggunakan jeriken dan ember di Desa Jatisari, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021).
Ilustrasi--Warga membawa air bersih menggunakan jeriken dan ember di Desa Jatisari, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021).

Warga Nataria, NTT 4 Kilometer Berjalan Kaki untuk Bisa Minum Air Bersih

Nasional kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih
Media Indonesia • 25 September 2021 21:00
Sikka: Setiap hari warga Dusun Natarita, Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer dengan menggunakan kendaraan roda dua demi bisa konsumsi air bersih.
 
Bagi warga yang tidak memiliki kendaraan, mereka terpaksa harus membeli air bersih dengan tiga jerigen berukuran lima liter seharga Rp10 ribu rupiah. Sementara lagi, bagi warga yang tidak memiliki uang, mereka harus berjalan kaki dengan membawa jerigen untuk mengambil air bersih.
 
Hal ini dilakukan karena wilayah mereka tidak ada ketersediaan air minum bersih. Salah satu warga Dusun Natarita, Jhon Ento Lewar menjelaskan setiap pagi dan sore bersama warga lainnya melakukan perjalanan sekitar empat kilometer meter untuk mengambil air bersih dengan menggunakan jerigen yang ada di pertigaan Natar Leba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah sekian lama berlangsung. Satu-satunya cara mendapatkan air bersih hanyalah dengan mengambil dari sumber air yang berjarak empat kilometer. Kalau malas jalan jauh, bisa beli air. Bagi yang ada kendaraan roda dua bisa ambil sendiri," tandas dia.
 
Menurut dia, wilayahnya sebenarnya juga terdapat satu sumber mata air. Namun lokasi sumber mata air tersebut berada di kedalaman yang jauh dari kampung dengan jarak empat kilometer juga.
 
"Memang disini juga ada sumber mata air. Tetapi letaknya jauh dari kampung sekitar empat kilometer. Ada warga disini juga ambil air disitu tetapi kondisi jalan mendaki. Yang mana, kalau kita pikul air sekitar 20 liter,15 liter kita pikul sampai di rumah dan lima liternya habis minum ditengah Jalan. Mau tidak mau, warga harus jalani," tandas Jhon itu.
 
Ia berharap pemerintah bisa membantu mereka dengan memasang jaringan air. Mengingat wilayahnya memiliki sumber mata air.
 
Baca: 17 Warga Sipil Kiwirok Dievakuasi ke Oksibil Papua
 
Kepala Dusun Natarita Yulius Bapa Nenang mengatakan warga yang ada di Dusun Natarita terdapat 118 kepala keluarga atau 480 Jiwa yang menetap. Ia pun mengaku selama ini warganya mengalami kendala soal air minum bersih meski di dusun ini mempunyai satu mata air. Namun lokasi mata air berada di kedalaman yang jauh dari pemukiman warga dengan jarak empat kilometer.
 
"Kami memang memiliki satu mata air namun jaraknya empat kilometer dari kampung tapi lokasi mata air berada di kedalaman jadi air tidak bisa naik ke kampung" ujarnya
 
Untuk itu, kata dia masyarakat setempat disini harus berjuang agar bisa minum air dengan menempuh perjalanan yang jauh dan harus membeli air minum. Ia pun berharap kepada pemerintah atau instansi terkait yang mempunyai program tentang air minum bersih dapat membantu warganya untuk mengatasi kesulitan air minum bersih.
 
"Saya sebagai kepala dusun bersama masyarakat semoga pemerintah bisa memperhatikan kami soal air bersih ini. Tolong perhatikan dengan di dusun saya di Dusun Natarita" ujar dia.
 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif