Jembatan Ampera salah satu ikon wisata di Kota Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Jembatan Ampera salah satu ikon wisata di Kota Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

Palembang Belum Aman dari Covid-19

Nasional Virus Korona
Media Indonesia.com • 30 Juni 2020 21:11
Palembang: Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Selatan menyatakan Kota Palembang belum aman dari virus korona. Wilayah tersebut dinilai belum memenuhi 15 indikator zona aman covid-19.
 
"Dari 15 indikator yang ditentukan belum ada yang kita capai, itu berdasarkan evaluasi. Artinya pengendalian penyakit ini belum sepenuhnya tercapai," kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Yusri, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Yusri membeberkan indikator yang dirancang gugus tugas nasional yang menyatakan satu wilayah aman dari covid-19 mencakup beberapa hal. Di antaranya, penurunan jumlah kasus positif, jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) selama dua minggu terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian indikator berupa kenaikan jumlah kasus sembuh dari kasus positif, termasuk jumlah selesai pemantauan dan pengawasan ODP dan PDP selama dua minggu terakhir.
 
Baca juga:Pemkot Cirebon Tata Kawasan Kumuh Panjunan
 
"Tidak masalah sebenarnya sudah ramai, kita harus hidup produktif dan aman covid-19. Silakan saja beraktivitas tapi harus mencegah penularan covid-19," kata dia.
 
Yusri melanjutkan, secara peta status dan sebaran kasus, Kota Palembang masih dilambangkan dengan warna pink atau merah. Artinya masih ada transmisi atau penularan kasus secara lokal.
 
"Kota Palembang memang rentan terjadi penularan virus lantaran jumlah penduduk yang padat dan menjadi daerah yang banyak disinggahi orang dibanding daerah lain di Sumsel," ungkapnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menambahkan dalam waktu dekat akan mengevaluasi perkembangan kasus covid-19.
 
"Saya sudah panggil Dinas Kesehatan untuk evaluasi dan akan dilaporkan ke wali kota. Penegakan disiplin protokol kesehatan masih kita berlakukan, sementara untuk pembatasan lagi saya rasa perlu evaluasi dulu," imbuh dia. (Dwi Apriani)
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif