Permakaman massal di Desa Lama Nele, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Andi Firdaus.
Permakaman massal di Desa Lama Nele, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Andi Firdaus.

Puluhan Korban Tanah Longsor di Lama Nele Dimakamkan Massal

Nasional banjir banjir bandang cuaca ekstrem musim hujan bencana alam Bencana Banjir
Antara • 07 April 2021 19:18
Flores Timur: Puluhan jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Lama Nele, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dimakamkan secara massal. Pemakaman yang dipilih yaitu berada di lahan kebun singkong milik warga.
 
"Yang dimakamkan di sini semua keluarga. Paling banyak dari Suku Atamukin, yang lainnya Suku Wungu Blolon," kata Thomas Tupenbeda, keluarga korban yang datang berziarah di Lama Nele, Rabu, 7 April 2021.
 
Baca: Jatim Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Thomas menuturkan liang lahat untuk permakaman massal dengan panjang 60 meter, lebar lima meter, dan dalam tiga meter mulai digali secara manual pada Minggu sore, 4 April 2021.
 
Keesokan harinya menurut dia, satu unit alat berat dari warga yang berprofesi sebagai kontraktor dikerahkan untuk mendukung penyiapan liang lahat di lahan kebun singkong milik keluarga korban bencana.
 
Di kuburan massal itu, lilin-lilin dinyalakan.
 
"Lilin adalah terang Kristus yang menerangi orang meninggal, dengan menyalakan lilin kami percaya terang Kristus menerangi mereka," kata Pimpinan Klinik Pratama Pulitoben Witihama, Suster Eduarda, usai berziarah.
 
Menurut keterangan beberapa perwakilan keluarga korban, jenazah yang dimakamkan di permakaman massal tersebut berkisar 56 sampai 60 jenazah, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.
 
Sebelumnya tanah longsor terjadi di Desa Lama Nele pada Minggu, 4 April 2021 sekitar pukul 01.30 waktu setempat.
 
"Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari arah Gunung Ile Boleng dan datang lumpur terus tumpah di rumah penduduk. Tidak sampai lima menit, batu besar menggelinding, semua hanyut," kata Thomas.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif