Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

8 Gadis di Tasikmalaya Jadi Korban Perekaman Video di Kamar Tidur dan Toilet

Nasional video porno pornografi asusila Jawa Barat
Media Indonesia • 12 Mei 2022 10:02
Tasikmalaya: Sebanyak delapan gadis di bawah umur menjadi korban perekaman video di dalam indekos. Pelaku berinisial KA, 22, warga Kampung Rancamaya, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
 
Korban berusia antara 15-17 tahun tersebut direkam aktivitas pribadinya di kamar tidur dan toilet dengan kamera tersembunyi. Pemuda pengangguran itu merekam aktivitas ke delapan perempuan di bawah umur saat berada di kamar indekos.
 
Perekaman video yang dilakukannya sedang mandi, buang air, dan tidur. Perbuatan yang dilakukan oleh KA, menempatkan kamera kecil di ventilasi kamar mandi dan kamar tidur korban yang terkoneksi secara online ke ponsel miliknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi pelaku diketahui setelah salah seorang korban tidak sengaja melihat benda terpasang di ventilasi kamar mandi. Dan saat diperiksa, ternyata benda tersebut berupa kamera kecil di dalamnya terdapat memori.
 
Penemuan itu, langsung dibongkar hingga terdapat belasan video berupa aktivitas mandi, buang air kecil, ganti baju dan tidur para korban.
 
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Dian Pornomo mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Polsek Karangnunggal berkaitan dengan kasus perekaman video di dalam rumah kosan di Kampung Rancamaya, Kecamatan Karanunggal. Perbuatan tersebut, langsung dilakukan penyelidikan dan pelaku ditangkap di rumahnya.
 
Baca: Guru Mengaji di Tarakan Modus Nobar, Malah Cabuli 5 Murid Laki-laki di Toilet
 
"Kamera tersembunyi pertama kali diketahui oleh seorang korban berinisial RM, 15, ketika dirinya selesai mandi dan memakai handuk. Namun, saat melihat ke arah ventilasi kamar ada sebuah benda kecil warna hitam karena penasaran memeriksa benda tersebut hingga menemukan kamera kecil. Korban, langsung memberitahukan teman-temannya sesama penghuni kos dan setelah dibongkar terdapat kamera di dalamnya ada memori," katanya, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Penemuan kamera tersebunyi tersebut, mereka langsung melaporkannya ke Polsek Karangnunggal dan pelaku ditangkap setelah menerima laporan dan pemeriksaan korban.
 
"Kami telah menangkap seorang pelaku yakni berinisial KA, dan modus yang dilakukannya itu sengaja memasang alat kamera perekam di rumah kosan para korban itu hanya untuk memuaskan hasrat seksualnya. Pelaku juga, mengaku perbuatan itu dilakukan sejak Februari 2022 dan terakhir ditemukan kembali pada 20 April 2022," ujarnya.
 
Pelaku menyambungkan kamera yang terpasang dengan aplikasi di ponsel miliknya yang berada di dalam rumahnya dan secara otomatis bisa melihat aktivitas para korban. Para korban semuanya masihduduk di tingkat SMA.
 
Dari keterangan pelaku, perekaman video ini guna menjadikan anak sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi dengan diteruskan atau berlanjut.
 
"Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 35 dan atau pasal 37 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi junto pasal 64 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman minial 1 tahun dan maksimal 11 tahun. Kami juga telah mengamankan barang bukti di antaranya itu berupa lensa kamera dan memori 8 GB yang dibungkus plastik dan satu unit handphone milik tersangka di dalamnya ada 11 rekaman video para korban," ungkapnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif