Salah satu sudut TPST Piyungan yang dibuat terasering. Medcom.id/Mustaqim
Salah satu sudut TPST Piyungan yang dibuat terasering. Medcom.id/Mustaqim

Gunungan Sampah TPST Piyungan Dibuat Terasering

Nasional pencemaran Sampah Yogyakarta Sampah plastik
Ahmad Mustaqim • 12 Mei 2022 17:02
Yogyakarta: Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diatur dengan konsep terasering. Proses ini dilakukan di Zona A dan B yang sudah tak mampu menampung sampah baru.
 
Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DIY, Jito, mengatakan pembuatan terasering di gunungan sampah memadat itu untuk mengurangi risiko longsor. Selain itu penataan dengan konsep tersebut untuk mengatur pembuangan limbah cair dari sampah agar tidak mengalir ke jalan dan mencemari lingkungan. Proses pengerjaan itu didanai dengan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
 
"Sekarang (proses pembuatan terasering) masih jalan. Posisi (akan) selesau sampai Juni nanti," kata Jito di Yogyakarta, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Blokir Dibuka, Pengangkutan Sampah ke TPST Piyungan Ditarget Rampung 3 Hari
 
Dia menjelaskan terasering yang saat ini dalam proses pengerjaan rencananya akan dibuat dengan ketinggian maksimal 140 meter di atas permukaan laut (mdpl) di zona A. Sementara pembatan terasering di zona B akan dibuat ketinggian 108 mdpl.
 
"(Pengerjaan) terasing zona A ini sudah mencapai 95 persen, tinggal setelah ditata yang paling atas volumenya ada penurunan," jelasnya.
 
Di TPST tersebut juga disediakan lahan transisi seluas 1,9 hektare dan 2,3 hektare di sisi timur. Lahan transisi tersebut juga akan diatur serupa dengan zona A dan zona B. Pembuatan terasering di area transisi itu akan lebih dulu ditutupi geotekstil dan dilapisi tanah serta rumput.
 
Ia menambahkan pemanfaatan zona A dan zona B untuk menampung sampah diperkirakan bisa sampai enam bulan ke depan. Dalam jangka waktu itu, ia memprediksi bisa aman dengan catatan volume sampah dalam batas normal. Pihaknya tak bisa memastikan bila ke depan akan terjadi peningkatan kiriman sampah lebih besar.
 
"Catatan itu di luar lebaran yang bisa mencapai 900 ton per hari. Kalau (volume sampah) naik terus setiap harinya mungkin tidak sampai enam bulan ke depan," ungkapnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif