Ilustrasi penganiayaan. (Medcom.id)
Ilustrasi penganiayaan. (Medcom.id)

Seorang Suami di Tangsel Diselingkuhi Istri dan Dilaporkan ke Polisi

Nasional perselingkuhan Penganiayaan Kekerasan kekerasan dalam rumah tangga tangerang selatan
Farhan Dwitama • 06 Januari 2022 15:20
Tangerang: Seorang suami, DA, 22, warga Setu, Tangerang Selatan, Banten, memergoki istrinya, DH, 24, berselingkuh dengan MR, 28. DA lantas menganiaya pasangan selingkuh itu. Namun, kini DA memohon maaf ke DH dan MR meski jadi korban perselingkuhan dan dilaporkan ke polisi. 
 
Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Margana menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis, 30 Desember 2021. Saat itu, DA memergoki langsung perbuatan yang dilakukan istrinya, DH dan selingkuhannya, MR.
 
"Kejadiannya malam pukul 19.30 WIB. Korban mendatangi TKP, di kontrakan pelaku dan istrinya DH. Kemudian terlibat cek-cok," jelas Iptu Margana dikonfirmasi, Kamis, 6 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu bermula ketika MR mendatangi rumah selingkuhannya DH, yang merupakan istri DA. MR kemudian mengakui dirinya berselingkuh dengan istri DA. Kemudian ketiganya terlibat cek-cok. 
 
MR saat itu mengakui memiliki hubungan khusus dengan DH. Sehingga menyulut emosi DA, kemudian melakukan penganiayaan terhadap DH dan MR.
 
Baca: Viral Kepala Desa Tukang Selingkuh, Kantor Digeruduk Warga
 
"Korban memiliki hubungan khusus dengan istri pelaku, itu diakui sama korban. Kemudian Terjadi pemukulan, mengalami luka di sejumlah bagian wajahnya," jelasnya. 
 
Tak hanya itu, DH dan MR mengakui telah berselingkuh selama satu tahun terakhir. Pasangan selingkuh itu, kata Margana, saling mengenal karena tinggal di kampung yang sama di kawasan Kelurahan Kademangan. 
 
Margana menyebut, DA dan DH sudah memiliki seorang anak berusia dua tahun. Namun, DH memilih mendukung MR untuk melaporkan suaminya atas tindak kekerasan yang dilakukan. 
 
Namun belakangan, DA kini meminta maaf kepada pasangan selingkuh, DH dan MR. Permintaan maaf dilakukan setelah MR membuat laporan polisi. 
 
"Pihak keluarga pelaku datang ke sini di hari yang sama untuk meminta masalahnya diselesaikan secara musyawarah damai. Korban akhirnya mencabut laporannya," jelas Margana. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif