Banjarmasin: Cuaca buruk menyebabkan 13 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk kategori rawan bencana banjir dan 12 daerah rawan tanah longsor. Prakiraan ini berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait potensi banjir dan gerakan tanah.
Prakiraan tersebut merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Juga merujuk data Badan Informasi Geospasial (BIG) pada 11 Januari 2022 danBadan Geologi, Kementerian ESDM pada 24 Januari 2022.
Baca: Cuaca Buruk di Bengkulu Disebabkan Pola Siklonik
Kepala BPBD Kalsel Mujiyat telah menerbitkan surat edaran bagi seluruh BPBD di 13 kabupaten/kota untuk berkoordinasi dan mengambil langkah antipasi ancaman bencana serta penanganan di lapangan. Ia mengatakan perlu upaya pencegahan dalam meminimalisasi dampak ancaman bencana banjir dan tanah longsor.
Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir kembali melanda wilayah daratan dan perairan Kalsel. Gelombang di perairan Kalsel bisa mencapai 2-3 meter sehingga membahayakan aktivitas pelayaran kapal ferry, tongkang, dan kapal nelayan.
Banjarmasin:
Cuaca buruk menyebabkan 13 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk kategori rawan
bencana banjir dan 12 daerah rawan
tanah longsor. Prakiraan ini berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait potensi banjir dan gerakan tanah.
Prakiraan tersebut merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Juga merujuk data Badan Informasi Geospasial (BIG) pada 11 Januari 2022 danBadan Geologi, Kementerian ESDM pada 24 Januari 2022.
Baca:
Cuaca Buruk di Bengkulu Disebabkan Pola Siklonik
Kepala BPBD Kalsel Mujiyat telah menerbitkan surat edaran bagi seluruh BPBD di 13 kabupaten/kota untuk berkoordinasi dan mengambil langkah antipasi ancaman bencana serta penanganan di lapangan. Ia mengatakan perlu upaya pencegahan dalam meminimalisasi dampak ancaman bencana banjir dan tanah longsor.
Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir kembali melanda wilayah daratan dan perairan Kalsel. Gelombang di perairan Kalsel bisa mencapai 2-3 meter sehingga membahayakan aktivitas pelayaran kapal ferry, tongkang, dan kapal nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)