Kereta api jarak jauh. Foto: Medcom/Anggi
Kereta api jarak jauh. Foto: Medcom/Anggi

6 Jadwal KA Terdampak Kecelakaan Truk di Sleman

Nasional kecelakaan lalu lintas kereta api kecelakaan truk Yogyakarta Kereta Api Jarak Jauh
Ahmad Mustaqim • 27 April 2022 06:42
Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menyatakan ada sejumlah jadwal KA yang terdampak kecelakaan truk di perlintasan di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa malam, 16 April 2022. Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto sempat menyebut lebih dari 10 jadwal kerera terdampak, namun belakang menjadi 6.
 
"Akibat kejadian ini lokomotif mengalami kerusakan parah dan harus berganti lokomotif, serta enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan," kata Supriyanto, Selasa, 27 April 2022.
 
Rincian jadwal KA yang terlambat, yakni KA Lodaya relasi Solobalapan-Bandung terlambat 133 menit; KA Gajayana relasi Solobalapan-Gambir, terlambat 28 menit; KA Kertanegara relasi Purwokerto-Malang terlambat 11 menit; KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan-Gambir terlambat 15 menit; KA Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir, terlambat 8 menit; dan KA Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar terlambat 8 menit. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan lalu lintas KA kembali normal setelah sempat terhambat proses evakuasi badan truk yang ringsek. Evakuasi itu dilakukan bersama warga, Basarnas, dan sejumlah pihak. 
 
"Berkat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, lokasi ditabraknya KA Lodaya oleh dump truck di perlintasan sebidang antara Stasiun Patukan dan Stasiun Rewulu sudah dapat dilalui kereta api kembali," ucapnya.
 
Baca: PT KAI Ancam Pidanakan Pelempar Benda ke Kereta
 
Ia mengatakan peristiwa itu menimbulkan kerugian karena lokomotif KA Lodaya alami kerusakan. Kerusakan itu diakibatkan roda truk menyangkut di lokomotif dan menyebabkan kerusakan sarana, prasarana, hingga kelambatan perjalanan kereta api. 
 
Supriyanto menyebut kejadian ini akan diusut untuk penindakan lebih lanjut kepada pihak yang bertanggung jawab. Ia mengatakan kasus perlintasan sebidang telah diatur dalam undang-undang (UU). 
 
"Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Aturannya sudah jelas dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 atau dalam PM Kementerian Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018," ujar Supriyanto.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif