Ilustrasi.
Ilustrasi.

1.015 Bencana Melanda DIY selama 2021

Nasional banjir tanah longsor bencana alam pergerakan tanah Mitigasi Bencana Kaleidoskop 2021 Kaleidoskop daerah 2021
Ahmad Mustaqim • 30 Desember 2021 12:57
Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 1.015 laporan bencana sepanjang 2021. Peristiwa bencana itu tersebar di lima kabupaten/kota.
 
"Hasil penghimpunan data Pusdalops BPBD DIY selama 2021 tercatat sebanyak 1.015 laporan dengan kategori 824 kejadian, 69 bencana, dan 122 kejadian lain-lain sehingga akumulasi kejadian dan kebencanaan sebanyak 893," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, Kamis, 30 Desember 2021.
 
Biwara mengungkapkan, kejadian bencana tahun ini didominasi tanah longsor sebanyak 338 titik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah tanah longsor, disusul gempa bumi sebanyak 217 kali (203 tidak terasa dan 14 terasa), angin kencang 148 kali, 155 kebakaran permukiman dan bangunan, 18 kali kebakaran lahan, 11 kali banjir, 3 kali banjir lahar hujan, 2 kali letusan gunung api dan 1 kejadian pandemi yang telah berlangsung sejak 2020.
 
Baca juga: 150 Ribu Wisatawan Diprediksi Masuk DIY Saat Libur Tahun Baru
 
"Dari seluruh kejadian kebencanaan tersebut, sebanyak 69 dikategorikan sebagai bencana meliputi 18 kali angin kencang, 2 kali letusan gunung api, 2 kali kebakaran, 46 titik tanah longsor, dan 1 kali pandemi," ungkapnya.
 
Dari kategori sebarannya, Kabupaten Kulon Progo paling banyak jadi titik lokasi terjadinya bencana yakni sebanyak 452 kali kejadian atau sebesar 25 persen.
 
Kabupaten Bantul menyusul di peringkat kedua dengan438 kali kejadian bencana atau 24 persen dari seluruh wilayah terdampak kejadian di DIY. Dilanjutkan, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 325 kejadian atau 18 persen.
 
"Kabupaten Sleman sebanyak 299 kali kejadian atau 17 persen dan wilayah Kota Yogyakarta terdampak 283 kali kejadian atau 16 persen. Jika dilihat data per wilayah, angka menjadi lebih tinggi dikarenakan banyaknya kejadian lintas wilayah seperti gempa bumi, angin kencang dan banjir," papar dia.
 
Biwara mengungkapkan, total sebanyak 1.950 jiwa terdampak bencana di DIY, kecuali pandemi covid-19. Selain itu, ada sebanyak 9 jiwa meninggal dunia, 33 jiwa luka dan 118 jiwa harus mengungsi.
 
Baca juga: Polda Jabar Bantah Anggotanya Sowan ke Bahar Smith
 
"Jumlah jiwa terdampak untuk pandemi belum dapat disimpulkan karena hampir seluruh jiwa di DIY terdampak serta kondisi masih berlangsung hingga saat ini," terangnya.
 
Ia mengungkapkan, sedikitnya 688 rumah rusak akibat bencana sepanjang 2021. Selain itu, juga ada 187 bangunan tergenang, 995 pohon tumbang, 113 tempat usaha rusak, 22 fasilitas pendidikan rusak, 16 rumah ibadah rusak, 111 titik talud rusak, 52 kendaraan rusak, 6 hektare lahan tergenang, dan 8 hektare lahan rusak terbakar, serta beberapa kerusakan lainnya seperti jaringan listrik, jaringan air, jembatan hingga kandang ternak.
 
"Berdasarkan catatan, dampak kerusakan mencapai Rp17.855.240.000. Perhitungan ini didasarkan pada hasil asesmen TRC dan BPBD kabupaten/kota. Nominal tersebut bukan merupakan nominal kerugian," jelas Biwara.
 
Ia berharap catatan bencana itu bisa menjadi pembelajaran bagi jajarannya dan seluruh lapisan masyarakat. Biwara berharap ada pembelajaran dan peningkatan kewaspadaan atas besarnya risiko terjadinya bencana di berbagai lokasi di DIY.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif