Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai melantik Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh di gedung DPR Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai melantik Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh di gedung DPR Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati

Ini Alasan Tito Datang Langsung ke Aceh Lantik Penjabat Gubernur

Fajri Fatmawati • 06 Juli 2022 15:56
Banda Aceh: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik langsung Mayjen TNI Purnawirawan Achmad Marzuki jadi Penjabat Gubernur di Banda Aceh. Kehadirannya secara langsung di Tanah Rencong karena Aceh merupakan daerah keistimewaan dan kekhususan
 
Apalagi sebelum diadakan pelantikan, DPR Aceh melakukan rapat paripurna. Setelah itu, Achmad Marzuki dilantik dihadapan Mahkamah Syariah Aceh dan mengikuti prosesi Peusijuk (tradisi tepung tawa) oleh Mahkamah Adat Aceh sebagaimana tradisi di Tanah Rencong dalam prosesi pelantikan pejabat.
 
”Ini sebagai bentuk penghormatan atas keistimewaan dan kekhususan Provinsi Aceh, maka saya memilih pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan penjabat Gubernur Aceh dilaksanakan di Banda Aceh,” kata Tito usai melantik Achmad Marzuki, Rabu, 6 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Tito mengungkapkan pelantikan penjabat gubernur di daerah asal itu juga disebutkan di Perpres Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.
 
Baca: Tito Tegaskan Penunjukan Achmad Marzuki Jadi Pj Gubernur Aceh Tak Salahi Aturan

”Pada Pasal 17 menyatakan bahwa pelantikan penjabat dapat dilaksanakan di ibu kota negara dan/atau ibu kota provinsi yang bersangkutan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
 
Selain itu, Tito menyebut Presiden menunjuk Mayjen (Purn) Achmad Marzuki jadi Penjabat Gubernur Aceh karena pengalamannya pernah menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda. Sehingga diharapkan ia mampu mengambil kebijakan yang tepat sesuai dengan tantangan dan permasalahan di Aceh.
 
”Beliau Mantan Pangdam Iskandar Muda, tentu punya pengetahuan dan pengalaman tentang situasi dan karakteristik khas Provinsi Aceh sehingga akan dapat membuat kebijakan dan langkah-langkah yang tepat sesuai dengan tantangan dan permasalahan untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Aceh,” jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif