ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Jatim Bebas Zona Merah Covid-19, Khofifah: Jangan Kendor!

Nasional Virus Korona Protokol Covid-19 protokol kesehatan Ingat Pesan Ibu Satgas Covid-19
Amaluddin, Clicks.id • 07 Oktober 2020 11:46
Surabaya: Warga Jawa Timur bisa sedikit bernapas lega. Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional menyatakan Jatim sudah terbebas dari zona merah.
 
Dari 38 kabupaten/kota seluruh Jatim, 28 wilayah dinyatakan berkategori oranye atau risiko sedang. Sedangkan 10 sisanya terkategori zona kuning atau risiko rendah.
 
"Alhamdulillah, sore ini Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional mencatatkan bahwa Jatim sudah bebas dari zona merah" tulis Gubernur Khofifah Selasa malam, 6 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Munculnya hasil baik ini, Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, yang telah bekerja keras bahu membahu mengendalikan penyebaran virus korona atau covid-19 dengan hasil yang cukup menggembirakan.
 
"Terima kasih kerja keras semua pihak baik dari Pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Kampus, Media, Tenaga Kesehatan, Tokoh Agama, Relawan, terkhusus bagi masyarakat Jatim yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pemakaian masker. Merekalah yang menjadi faktor utama yang berkontribusi pada kesuksesan Jatim kali ini,” ungkap Khofifah
 
Khofifah juga membeberkan rahasia Jatim dalam keberhasilannya menekan penyebaran covid -19. Salah satunya, selalu mempertimbangkan masukan dari pakar epidemiologi dalam penanganan covid-19.
 
"Kita mendapatkan data bahwa penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus covid-19 di berbagai negara. Di samping itu, apabila 60% saja populasi mau pakai masker, Rate of Transmission atau tingkat penularan bisa turun di bawah satu. Oleh karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jatim,” tuturnya.
 
Khofifah menyebut, dalam satu bulan terakhir, penanganan covid-19 di Jatim difokuskan kepada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang massif oleh para tokoh diikuti dengan operasi yustisi yang tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga memberikan reward kepada masyarakat yang patuh protokol kesehatan.
 
"Saya setiap akhir pekan bersama tim dari Forkopimda, Pangdam, Kapolda, Bupati, Wali Kota juga pimpinan instansi vertikal seperti BI, BPN, OJK dan para survivor covid-19 bergantian untuk keliling kabupaten/kota di Jatim terjun langsung dengan cara gowes untuk menyampaikan ajakan "Pakai Masker" sambil membagikan masker gratis dan sembako untuk mengapresiasi kepatuhan mereka kepada protokol kesehatan,” imbuhnya.
 
Selain itu, dengan adanya 1.275.928 masyarakat Jatim yang telah ditindak penegakan disiplin oleh operasi yustisi, kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan tentunya semakin meningkat, Hal ini yang diduga juga berpengaruh pada penurunan tingkat penularan atau rate of transmission Jatim sehingga saat ini RT Jatim bisa dibawah angka 1 selama 14 hari.
 
Tak hanya peningkatan cakupan penggunaan masker, percepatan 3M yang lebih masif juga sebagai kunci utama guna mengendalikan laju penyebaran covid-19. Secara kumulatif, testing di Jawa Timur per 6 Oktober 2020 telah dilakukan kepada 1,346,878 orang, dengan rincian rapid test sebanyak 976.711 test dan PCR sebanyak 370.107 test.
 
"Saat ini, positivity rate Jatim telah turun dari 31% di Bulan Juli menjadi 10% per minggu ini yang artinya testing terus konsisten meningkat sementara semakin sedikit kasus positif Covid-19 yang ditemukan di masyarakat. Ini merupakan pertanda bahwa intervensi kita on the right track,” ujarnya.
 
Baca:Pemerintah Kampanyekan 'Ingat Pesan Ibu' Lawan Covid-19

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif