ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Perkosa 2 Anak Kandung, Ayah di Lombok Tengah Didakwa 15 Tahun Penjara

Antara • 04 Juli 2022 14:01
Lombok Tengah: Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendakwa pria berinisial BH, (57), dalam kasus pencabulan. Dia didakwa dituntur 15 Tahun penjara lantaran memperkosa kedua anak kandung pada awal 2022.
 
"Terdakwa yang merupakan ayah kandung korban dituntut 15 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar dan subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lombok Tengah, Dwi Dutha Arie, Senin, 4 Juni 2022.
 
Terdakwa dinyatakan bersalah karena mencabuli kedua korban berinisial SK dan SF. Pelaku memperkosa anaknya sejak duduk di bangku sekolah dan menyebabkan trauma pada korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atas perbuatan terdakwa dijerat pasal 76D Undang-undang perlindungan anak," ujar dia.
 
Terdakwa melakukan perbuatan bejat itu karena kesepian ditinggalkan Istrinya bekerja di luar negeri. Pada periode pertama saat ditinggal, terdakwa mencabuli korban anak pertamanya, SK, yang saat itu sedang duduk dibangku SMP. Saat ini, korban memilih menikah dini.
 
"Tidak sampai di situ, setelah korban berpisah dengan suaminya, terdakwa kembali melakukan pencabulan terhadap korban yang saat itu harus pulang ke rumahnya setelah bercerai," tutur dia.
 
Baca: Polisi Bersenjata Gagal Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati di Jombang

Pada periode kedua, terdakwa mencabuli anak keduannya, SF, pada saat korban masih kelas satu SMA selama setahun. Para korban dicabuli dan diancam oleh terdakwa.
 
"Kedua korban dicabuli di rumah terdakwa pada malam hari," ungkapnya.
 
Kasus ini terbongkar setelah kedua korban tidak kuat dengan perbuatan ayah kandungnya tersebut. Akhirnya, korban menceritakan kejadian itu kepada keluarganya sehingga dilaporkan ke pihak Polres Lombok Tengah.
 
"Korban saat itu sama-sama menangis. Ternyata terdakwa melakukan hal yang sama kepada kedua anaknya. Sehingga para korban bercerita kepada pamannya," ujar Dwi.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif