Polisi menutup akses masuk area Ponpes Sidiqiyah saat hendak mencoba melakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan pencabulan santriwati, yakni MSA (Foto / Metro TV)
Polisi menutup akses masuk area Ponpes Sidiqiyah saat hendak mencoba melakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan pencabulan santriwati, yakni MSA (Foto / Metro TV)

Polisi Bersenjata Gagal Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati di Jombang

Clicks.id • 04 Juli 2022 10:37
Jombang: Ratusan personel gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Jombang mengepung Pondok Pesantren Sidiqiyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Minggu, 3 Juli 2022. Upaya itu dilakukan untuk menangkap tersangka kasus dugaan pencabulan berinisial MSA.
 
Ia merupakan seorang anak dari kiai ponpes di Jombang. Dia menjadi DPO usai jadi tersangka pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya.
 
Hanya saja proses penangkapan MSA tak mudah. Kendati telah mengerahkan ratusan personel dan Brimob bersenjata lengkap, upaya penangkapan kembali gagal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat dikonfirmasi lebih lanjut ke Kapolres Jombang AKBP Nur Hidayat, ia mengaku pihaknya hanya sekadar membantu Polda Jatim.
 
"Kami di sini back-up penangkapan tersangka MSA. Namu,  memang ada kendala di lapangan. Anggota siaga. Kami mau adakan penindakan tapi situasi tak memungkinkan," ujarnya, Senin 4 Juli 2022.
 
Saat hendak ditangkap, MSA melawan dengan cara mengerahkan massa yang berjaga di depan dan dalam pesantren. Polisi sudah berupaya melakukan negosiasi, namun gagal.
 
Akibatnya, ratusan personel polisi termasuk pasukan Brimob Polda Jatim ditarik pulang. Sebetulnya, penangkapan terhadap MSA sebenarnya telah dilakukan polisi siang hari. Saat itu, polisi mengejar iring-iringan tiga mobil yang ditumpangi MSA.
 
Namun, dalam pengejaran polisi hanya bisa menangkap satu mobil, sedangkan dua lainnya kabur. Mobil yang tertangkap hanya berisi dua orang yang merupakan pengikut MSA. Sementara MSA berhasil melarikan diri ke arah pondoknya.
 
Baca: 4 Ustaz dan 1 Senior Cabuli Belasan Santriwati di Depok

Tak selang lama, polisi kemudian mengerahkan ratusan personel termasuk dengan mendatangkan pasukan Brimob dari Polda Jatim. Bahkan polisi juga mengirimkan tim negosiator untuk masuk ke dalam pondok dan menangkap MSA. 
 
Hal ini diduga lantaran situasi di lokasi tak memungkinkan untuk penangkapan. Hingga kini belum diketahui pasti kendala yang terjadi di dalam pondok sehingga tim negosiator gagal menangkap MSA.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif