Pantauan PPDB Jalur Zonasi di Kota Yogyakarta. Dokumentasi/Forpi Kota Yogyakarta
Pantauan PPDB Jalur Zonasi di Kota Yogyakarta. Dokumentasi/Forpi Kota Yogyakarta

Dugaan Kecurangan PPDB Modus Nebeng KK Ditemukan di Yogyakarta

Ahmad Mustaqim • 14 Juni 2022 14:10
Yogyakarta: Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta menemukan dugaan kecurangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari tingkat SD ke SMP Negeri di Kota Yogyakarta tahun ajaran 2022/2023. Praktik dugaan kecurangan ini menyasar sekolah-sekolah favorit.
 
Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharudin Kamba mengatakan dugaan kecurangan itu ditemukan saat pihaknya melakukan pemantauan pada Selasa, 14 Juni 2022. Pemantauan PPDB itu dilakukan di SMP Negeri 5, SMP Negeri 8, dan SMP Negeri 10 Kota Yogyakarta.
 
"Indikasi kecurangan berupa 'nebeng' dalam status hubungan keluarga pada Kartu Keluarga atau C1 yakni famili lain. Kasus ini setiap tahun ditemukan," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan modus kecurangan serupa terjadi di lokasi lain. Ia mencontohkan tujuh berkas data siswa di SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta yang dinyatakan lolos sementara melalui jalur zonasi wilayah.
 
Rata-rata calon siswa baru yang dinyatakan lolos sementara jarak antara rumah dengan sekolah hanya kurang dari 500 meter. Selain itu, kata dia, tidak sedikit pula calon siswa baru yang memiliki nilai ASPD kurang dari 100 untuk tiga mata pelajaran tetap nekat mendaftarkan diri di SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta. 
 
Baca: Disdik Kalteng: Kuota Jalur Zonasi PPDB SMA Minimal 50%
 
"Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah, dalam hal ini guru dan tentunya perlu dukungan dari orangtua/wali murid agar siswa tersebut tidak ketinggalan pelajaran," kata dia.
 
Sementara itu, di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta, Forpi Kota Yogyakarta mengambil sampel sebanyak 10 berkas. Di antara berkas tersebut Forpi Kota Yogyakarta menemukan ada calon siswa yang memiliki jarak antara rumah dengan sekolah hanya 13 meter.
 
Ia mengatakan temuan itu perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak Disdukcapil Kota Yogyakarta untuk menyakinkan apakah calon siswa baru tersebut benar warga setempat atau bukan.
 
"Di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta ini juga terdapat ada beberapa siswa yang memiliki nilai ASPD kategori kurang bahkan ada siswa yang memiliki nilai 80 untuk tiga mata pelajaran yang diujikan," ucapnya.
 
Pihaknya mengingatkan orang tua siswa khususnya yang memiliki kekurangan dalam hal akademik untuk tidak memaksakan anaknya bersekolah di sekolah negeri yang dianggap favorit. Kecuali dalam perjalanan proses belajar mengajar nantinya siswa tersebut tekun, rajin dan disiplin dalam belajar. 
 
"Pihak SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta telah menjelaskan bahwa tahun lalu pernah melakukan kunjungan rumah terhadap siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah. Dari kunjungan itu ternyata ada beberapa siswa bukan merupakan warga setempat, bahkan ada siswa yang ternyata bertempat tinggal di Gunungkidul dan Kulon Progo," ungkapnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif