Purworejo: Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus korona (covid-19) di Purworejo, Jawa Tengah, meningkat. Hingga Kamis, 2 April 2020, tercatat 1.229 berstatus ODP.
"Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 528 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 701 ODP," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purworejo, Darus, di Purworejo, Kamis, 2 April 2020.
Dia menuturkan dari 1.229 ODP, sebanyak 86 dipastikan negatif covid-19. Sedangkan sisanya, 1.143 orang masih berstatus ODP.
Baca: ODP dan PDP di Purworejo Dibantu Sembako
Dia mengaku lonjakan jumlah ODP berasal dari pemudik yang mulai masuk Purworejo. Namun, kata dia, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menurun.
"PDP dari 20 pasien, 14 sudah sembuh dan dipulangkan, sisanya masih empat yang dirawat," ujarnya.
Darus mengungkap dua PDP dinyatakan negatif covid-19. Sedangkan hasil laboratorium PDP yang telah meninggal belum diketahui.
"Sehingga belum bisa dipastikan apakah positif covid-19 atau tidak," jelasnya.
Darus meminta masyarakat tidak berasumsi dan menyimpulkan sendiri status PDP yang meninggal. Dia meminta masyarakat untuk memantau perkembangan covid-19 melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Purworejo: Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus korona (covid-19) di Purworejo, Jawa Tengah, meningkat. Hingga Kamis, 2 April 2020, tercatat 1.229 berstatus ODP.
"Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 528 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 701 ODP," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purworejo, Darus, di Purworejo, Kamis, 2 April 2020.
Dia menuturkan dari 1.229 ODP, sebanyak 86 dipastikan negatif covid-19. Sedangkan sisanya, 1.143 orang masih berstatus ODP.
Baca: ODP dan PDP di Purworejo Dibantu Sembako
Dia mengaku lonjakan jumlah ODP berasal dari pemudik yang mulai masuk Purworejo. Namun, kata dia, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menurun.
"PDP dari 20 pasien, 14 sudah sembuh dan dipulangkan, sisanya masih empat yang dirawat," ujarnya.
Darus mengungkap dua PDP dinyatakan negatif covid-19. Sedangkan hasil laboratorium PDP yang telah meninggal belum diketahui.
"Sehingga belum bisa dipastikan apakah positif covid-19 atau tidak," jelasnya.
Darus meminta masyarakat tidak berasumsi dan menyimpulkan sendiri status PDP yang meninggal. Dia meminta masyarakat untuk memantau perkembangan covid-19 melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)