Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap 368 tersangka pelaku kejahatan dari beragam modus. Foto: Mustholih
Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap 368 tersangka pelaku kejahatan dari beragam modus. Foto: Mustholih

Polda Jateng Tangkap 368 Pelaku Kejahatan Beragam Modus

Nasional kejahatan
Mustholih • 03 Agustus 2020 18:27
Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap 368 tersangka pelaku kejahatan dari beragam modus. Dari tangan para tersangka, Polda Jateng menyita uang Rp1,7 miliar sebagai barang bukti tindak kejahatan mereka.
 
"Kami sita uang Rp1.754.979.050 sebagai barang bukti. Jumlah pelaku yang terjaring sebanyak 170 tersangka target operasi dan 195 tersangka non-target operasi. Keseluruhan yang kami tangkap 368 tersangka," kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Jateng, Komisaris Besar, Wihastono, Semarang, Jateng, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Menurut Wihastono, ratusan tersangka itu ditangkap di wilayah Jateng dalam Operasi Sikat Candi yang digelar sejak 5 hingga 25 Juli 2020. Dalam inventarisasi kasus, Polda Jateng menemukan 323 kasus kejahatan pidana selama digelar operasi Sikat Candi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada berbagai macam modus operandi yang dilakukan para tersangka ini. Mulai dari pencurian dengan menggunakan kunci T, pecah kaca, menyekap, mengancam korban dengan senjata tajam, merusak kunci kontak, penadahan, sampai dengan pemalsuan dokumen," ujar Wihastono menegaskan.
 
Baca:Ganjar: Kasus Covid-19 di Jateng Meningkat
 
Wihastono berujar, selain menyita uang Rp1,7 miliar sebagai barang bukti, Polda Jateng juga menyita dua unit truk, 27 unit mobil, dan 312 unit sepeda motor dari tangan para tersangka. Selain itu, turut disita juga 2.069 macam perhiasan yang diduga hasil kejahatan dan 46 unit selular.
 
Wihastono menambahkan para tersangka rata-rata akan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian, Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan atau perampasan), Pasal 480/481 KUHP tentang penadahan, dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat. Wihastono meminta bagi warga Jateng yang merasa pernah menjadi korban kejahatan selama 5 hingga 25 Juli 2020 untuk membuat laporan ke Polda Jateng.
 
"Silakan masyarakat yang merasa kehilangan untuk mengambil dan mengurusnya disertai dengan bukti-bukti kepemilikan dan semunya tanpa dipungut biaya," jelas Wihastono.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif