istimewa
istimewa

7 Fakta Kasus Penjualan Makanan Hingga Kosmetik Kedaluwarsa di Cikarang

Antonio • 25 November 2022 18:53
Bekasi: Pihak kepolisian telah menangkap tujuh pelaku penjualan makanan hingga kosmetik kedaluwarsa di Cikarang. Mereka ditangkap di kontrakan yang beralamat di Kampung Bojong Koneng RT 01/03, Desa Telagamurni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
 
Para pelaku yang ditangkap terdiri dari seorang bos wanita berinisial N,48 bersama dua wanita lainnya berinisial A, 18 dan N, 40.
 
Kemudian, polisi pun menangkap empat orang pria masing-masing adalah M, 36, D, 57, J, 33 dan A, 40.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat sejumlah fakta dalam pengungkapan kasus penjualan makanan, minuman hingga kosmetik kedaluwarsa tersebut. Mari kita simak!
 
Baca: Polisi Bongkar Komplotan Penjual Online Makanan Kedaluwarsa di Bekasi
 

1. Otodidak

Para tersangka yang mengubah tanggal kedaluwarsa makanan, minuman hingga kosmetik agar bisa dijual tidak memiliki keterampilan khusus. Mereka mempelajari cara untuk mengubah tanggal kedaluwarsa makanan secara otodidak.
 
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu M. Sahid Hasan, mengatakan, bos dari komplotan itu, N, 48, merupakan seorang ibu rumah tangga.
 
"Dia (tersangka) otodidak belajar sendiri," katanya.
 

2. Karyawan Dapat Upah Rp 500 per Produk

Setiap karyawan akan mendapatkan upah sebesar Rp 500 jika mengubah tanggal kedaluwarsa satu produk makanan atau minuman.
 
Sahid mengatakan bahwa karyawan dari N mengetahui bahwa produk yang diubah sudah kedaluwarsa. Namun, mereka melakukannya karena faktor ekonomi.
 
"Faktor ekonomi kan mereka dibayar, kalau untuk petugas ubah kadaluwarsa dapat upah per ganti tanggal per barang. Mereka diupah Rp 500 per barang ganti tanggal," katanya.
 

3. Ubah Tanggal Kedaluwarsa Puluhan Merek Makanan Hingga Kosmetik 

Sedikitnya mereka telah menjual lebih dari 20 produk makanan dan minuman hingga kosmetik kedaluwarsa.
 
Pihak kepolisian masih mendalami darimana para tersangka mendapatkan produk yang sudah kedaluwarsa tersebut.
 
"Saya nggak sebut merek tapi kira kira 20 jenis merek makanan dan minuman, sama ada kosmetik juga," katanya.
 

4. Dijual Lewat Facebook

Para tersangka menjual produk makanan, minuman dan kosmetik tidak layak konsumsi itu melalui media sosial facebook.
 
Barang yang dipesan oleh konsumen langsung dikemas dan dikirim ke alamat pembeli.
 
"Selama ini mereka jual lewat media sosial facebook," kata Sahid.
 
Pengiriman tersebut dilakukan setelah mereka mengubah tanggal kedaluwarsa makanan, minuman atau kosmetik. Sehingga, barang yang dikirim seolah masih layak dikonsumsi.
 
"Di-packing rapih seperti produk baru lalu nanti ada kurirnya yang ngirim," ujarnya.
 

5. Dijual Setengah Harga

Tersangka menjual produk makanan kedaluwarsa tersebut setengah harga dibanding harga pasaran.
 
"Harganya hampir setengah harga yang pasti. Mereka bisa jual per karton atau per paket seperti mie digandeng dengan shampo ataupun priduk lainnya," katanya.
 
Para tersangka menggabungkan produk yang kedaluwarsa dengan produk yang tidak kedaluwarsa. Setelah itu, diberikan diskon sehingga harga nampak menjadi jauh lebih murah.
 
"Sejauh ini yang kita dapatkan, mereka jual dingandeng dengan produk lain, lalu diberikan diskon dan harga jauh lebih murah," katanya.
 

6. Cara Membedakan Kode Produksi

Kepada pihak kepolisian, tersangka mengungkapkan cara membedakan kode produksi yang asli dan yang telah diubah.
 
Di mana disampaikan bahwa penulisan kode produksi yang asli cenderung terputus-putus antara satu huruf dengan yang lainnya.
 
Namun, produk yang tidak diubah memiliki kemasan yang lebih rapih.
 
"Justru yang tulisan tanggal dan kode produksi rapih, tebal, itu, justru palsu atau sudah diubah pelaku. Sebenarnya kelihatan dari tekstur plastik sih," ujarnya.


7. Dua Reseller Masih Buron

Pihak kepolisian telah mengantongi identitas tiga orang reseller yang menjual produk kedaluwarsa tersebut.
 
Saat ini, satu dari tiga pelaku sudah ditangkap. Sementara dua orang lainnya masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
"Mereka ada tiga orang reseller, satu orang kita tangkap, dua buron," katanya.
 
Sebelumnya, sebanyak tujuh orang penjual makanan dan minuman kedaluwarsa secara daring ditangkap di sebuah kontrakan di Kampung Bojong Koneng RT 01/03, Desa Telagamurni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Mereka terdiri dari tiga orang wanita berisnisial N, 48, A, 18, dan N, 40 serta empat pria lainnya, M, 36, D, 57, J, 33 dan A, 40.
 
Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 dan 9 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen subsider Pasal 143 Jo Pasal 99 UU No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman lima tahun penjara.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif