Ilustrasi harimau. AFP
Ilustrasi harimau. AFP

Berita Populer Daerah: Harimau Mati Terjerat Perangkap Hingga Ratusan Rumah di Karangasem Rusak Berat Diguncang Gempa

Nasional Gempa Bumi Satwa Langka Berita Populer Berita Populer Daerah ganjil genap
Whisnu Mardiansyah • 18 Oktober 2021 09:25
Berbagai peristiwa menjadi halaman utama pemberitaan di berbagai daerah sepanjang Minggu, 17 Oktober 2021. Mulai dari konflik manusia dengan hewan di Riau hingga ratusan rumah di Kabupaten Karangasem Bali rusak berat diguncang gempa.
 
Pertama, lagi-lagi konflik antara manusia dengan harimau kembali terjadi. Seekor harimau Sumatra berjenis kelamin betina ditemukan mati terjerat perangkap. 
 
Seekor harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin betina ditemukan dalam kondisi mati akibat terjerat perangkap seling pada kaki kiri bagian depan di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu, 17 Oktober 2021.
 
"Minggu (17/10) pagi, Balai Besar KSDA Riau menerima kabar dari Polsek Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis bahwa telah ditemukan Harimau Sumatra mati di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara, Minggu, 17 Oktober 2021.
 
Ia menjelaskan, kronologis ditemukannya harimau sumatra yang mati tersebut bermula pada Minggu pagi, saat masyarakat petani menemukan bangkai harimau sumatra tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selengkapnya di sini: Harimau Sumatra Betina Ditemukan Mati Terjerat Perangkap di Bengkalis
 
Kedua, dampak gempa 4.8 magnitudo di Kabupaten Karangasem membuat ratusan rumah rusak berat. Sebanyak 243 rumah warga Karangasem mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi 4,8 magnitudo yang terjadi pada Sabtu, 16 Oktober. Ratusan rumah lainnya mengalami rusak ringan. 
 
Berdasarkan perkembangan data pada Minggu, 17 Oktober pukul 16.20 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem mencatat selain kerusakan rumah dengan kategori rusak berat, sebanyak 300 rumah warga rusak ringan dan 3 lainnya rusak sedang. Selain kerusakan di sektor pemukiman, gempa mengakibatkan kerusakan berat pada 21 unit pelinggih atau bangunan suci, 6 paseh dan 2 candi. Satu candi lainnya rusak ringan.
 
Selengkapnya di sini: 243 Rumah Warga di Karangasem Rusak Berat Akibat Gempa
 
Ketiga, Pemberlakuan genap ganjil (gage) di lima pintu tol yang menuju Kota Bandung, Jawa Barat, terus diberlakuan hingga pekan ketiga masa perpanjanganpemberlakuan PPKM. Ini sesuai dengan Peraturan Waikota (Perwal) nomor 83 tahun 2021 tentang PPKM.
 
"Kebijakan ganjil genap bagi seluruh kendaraan dilakukan hingga 28 Oktober. Ini dilakukan dalam rangka mengurangi penyebaran covid-19," ujar Kapolsek Sukasari, Kompol Darmawan, Minggu, 17 Oktober 2021.
 
Darmawan menyampaikan, khusus pemberlakuan gage di Terminal Ledeng hanya dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Sebab arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Lembang maupun sebaliknya masih mengalami kepadatan setiap akhir pekan.
 
Selengkapnya di sini: Ganjil Genap di Bandung Berlaku Hingga 28 Oktober

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif