Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil). Foto: Medcom
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil). Foto: Medcom

Korban Banjir Bandang di Pamijahan dan Leuwiliang Dapat Bantuan Rp500 Juta

Antara • 26 Juni 2022 23:34
Bogor: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi bantuan senilai Rp500 juta untuk tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
 
"Setelah proses tanggap darurat, selanjutnya adalah proses rekonstruksi atau pemulihan yang harus kita monitor secara umum. Tolong hitung secara terukur kebutuhannya, wilayah yang terdampak harus kembali normal segera," kata pria yang akrab disapa Emil di Bogor, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Menurutnya, dana Rp500 juta itu khusus untuk penanganan tanggap darurat. Sementara dana untuk proses rekonstruksi bisa diajukan Pemerintah Kabupaten Bogor ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga pemakaiannya nanti bisa dikombinasikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, kehadiran Emil juga untuk memastikan ketersediaan tempat pengungsian. Ia berpesan kepada Pemerintah Daerah agar meringankan kebutuhan sehari-hari korban bencana, terlebih bagi yang sudah kehilangan harta dan bendanya.
 
Baca: Warga Leuwiliang Bogor Pasrah Harta Habis Tersapu Banjir Bandang  

“Saya ucapkan terima kasih, upaya gotong royong kita ini luar biasa, sehingga tidak perlu berlama-lama untuk mengembalikan keadaan kembali normal,” ujar Emil.
 
Ia juga memohon kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mengganggu aliran sungai serta menjadikan banjir bandang dan longsor sebagai pelajaran, sehingga tidak menyebabkan bencana di kemudian hari.
 
“Negara harus tegas terhadap hal ini, karena (aliran sungai) menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai karena satu dua orang yang tidak mau paham, akhirnya yang dikorbankan masa depan orang banyak karena terjadinya bencana,” tuturnya.
 
Kang Emil menyebutkan, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah yang banyak diberkahi air di Jawa Barat. Menurutnya, Kabupaten Bogor juga merupakan daerah yang memiliki intensitas hujan tinggi.
 
“Jadi urusan air, urusan hujan harus jadi berkah, jangan sampai jadi musibah karena kita tidak pakai ilmu untuk memahami takdir Allah dan menjalani kehidupan,” ujar Kang Emil.
 
Sebelumnya, hujan deras di wilayah barat Kabupaten Bogor yang terjadi pada Rabu, 22 Juni 2022, mengakibatkan banjir bandang dan longsor di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan, serta Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang. Bencana tersebut menelan tiga korban jiwa, kemudian menyebabkan kerusakan rumah dan memutuskan sejumlah akses jalan dan jembatan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif