Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu.
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu.

Jam Malam, Tangsel Intensifkan Patroli

Farhan Dwitama • 08 Februari 2022 18:37
Tangerang: Kepolisian Resor Tangerang Selatan, Banten, mengerahkan kekuatan untuk patroli malam di sejumlah titik perlintasan. Hal itu, demi meminimalisasi pergerakan orang di masa PPKM Level 3 se-Tangerang Selatan. 
 
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, menegaskan, jajaran kepolisian resor dibantu polsek-polsek jajaran dan petugas TNI, telah melakukan langkah-langkah penghalauan masa di malam hari. 
 
"Yang jelas sesuai dengan kebijakan Polda Metro Jaya melakukan crowd free night artinya jam malam. Pembatasan untuk memasuki jalur tertentu ini sudah mulai tiga hari lalu," tegas Kapolres Tangsel, Selasa, 8 Februari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menetapkan jam malam bagi masyarakat di Tangerang Selatan, pihaknya dibantu jajaran Pemkot dan TNI juga melakukan operasi yustisi kepada warga Tangsel.
 
"Kita tetap operasi yustisi, patroli tiga pilar kemudian pengatatan dan himbauan kepada masyarakat untuk patuh terhadap prokes," terang dia.
 
Baca juga: Zona Kuning, Palembang Terapkan PPKM Level 2
 
Sarly mengaku, jajaran Kepolisian khususnya Polsek-polsek jajaran di Tangerang Selatan, berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran protokol kesehatan dan upaya pencapaian vaksinasi di Tangsel. 
 
"Gerai-gerai vaksin presisi beberapa tempat akan dimotori Kapolsek bekerja sama dengan puskesmas, termasuk di Polres ada gerai vaksin untuk masyarakat umum, dosis satu, dua atau booster. Dan kita juga dilapangan bersama tiga pilar membagikan masker buat masyarakat," jelasnya.
 
Sementara itu penularan covid-19 di Tangerang Selatan sejak awal Januari hingga pekan kedua Februari 2022, mencapai 12 ribu kasus. Saat ini angka kasus positif harian menembus 1.500 kasus.
 
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut mayoritas penularan berasal dari klaster kerumunan. Sebanyak 12 ribu angka positif covid-19 di Tangerang Selatan, didominasi oleh varian delta.
 
"Sedangkan omicron tercatat 23 kasus, yang sembuh 19. Kenapa baru sedikit karena penelitian laboratorium lebih lama dibandingkan delta," terang dia.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif