Kepala desa Wanakerta, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian memakai seragam TNI viral di media sosial.
Kepala desa Wanakerta, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian memakai seragam TNI viral di media sosial.

Viral, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Tangerang Pakai Seragam Dinas TNI

Hendrik Simorangkir • 12 Maret 2022 15:21
Tangerang: Komandan Kodim 0510 Tigaraksa Letnan Kolonel (Inf) Bangun Siregar geram melihat video berisi Kepala Desa Wanakerta, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian memakai seragam TNI viral di media sosial. Bangun pun langsung mencopot seragam mirip TNI yang dipakai kepala desa itu.
 
Diketahui, video dengan durasi 37 detik itu menampilkan Tumpang tengah turun dari mobil miliknya memakai seragam mirip TNI saat berada di parkiran di sebuah tempat di wilayah Karawaci, Kabupaten Tangerang.
 
"Saya langsung ambil tindakan tegas untuk yang bersangkutan (Tumpang) copot seragam itu. Kami pun telah menyitanya," ujarnya, Sabtu, 12 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bangun menegaskan tidak sembarangan orang dapat mengenakan baju loreng TNI. Dia menduga jika seragam yang dipakai kepala desa itu buatan sendiri.
 
Baca: Viral, Sekelompok Orang Bermain-main dengan Material Panas Erupsi Merapi
 
"Purnawirawan saja diatur saat menggunakan baju pakaian resmi TNI, dan seragam yang berhak memakai adalah prajurit yang aktif. Saya juga menduga, kalau pakaian itu dibuat sendiri oleh dia (Tumpang)," katanya.
 
Bangun pun menduga tujuan Tumpang memakai seragam TNI ini hanya untuk menunjukkan saja kepada khalayak luas, jika dia baru lulus dari lembaga pendidikan militer.
 
"Bersangkutan itu merasa bangga karena baru lulus dididik di lembaga pendidikan tentara. Mungkin dia merasa punya jiwa militer sehingga menggunakan seragam itu," jelasnya.
 
Menurut Bangun, berdasarkan keterangan kepala desa itu, jika memakai seragam loreng tersebut baru pertama kali digunakan di luar aktivitasnya. 
 
"Kalau kata dia, enggak pernah menyalahgunakan saat memakai seragam itu. Tapi mau apapun kegiatannya, seragam TNI tidak boleh digunakan selain prajurit aktif," ucap dia.
 
Bangun menambahkan, pihaknya hanya memberikan teguran lisan kepada kepala desa tersebut. Untuk tindakan sanksi, pihaknya menyerahkan ke institusi yang berwenang.
 
"Kami hanya menegurnya dengan pernyataan tidak mengulangi hal tersebut kembali. Kami juga hanya mengambil seragam yang dia (Tumpang) pakai saja, agar tidak disalahgunakan," jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif