Salah seorang yang menjamah material erupsi Gunung Merapi yang masih berasap. Foto: Tangkapan layar video
Salah seorang yang menjamah material erupsi Gunung Merapi yang masih berasap. Foto: Tangkapan layar video

Viral, Sekelompok Orang Bermain-main dengan Material Panas Erupsi Merapi

Ahmad Mustaqim • 11 Maret 2022 19:12
Yogyakarta: Video viral sekelompok orang terlihat nekat mendekat dan bermain-main dengan material erupsi Gunung Merapi yang tampak masih berasap. Akun media sosial twitter @SukimanMerapi membagikan video ini pada Kamis, 10 Maret 2022. 
 
Dalam unggahan video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan ada lebih dari 10 orang yang turun di salah satu hulu sungai di lereng Gunung Merapi. Beberapa orang di antaranya berupaya memegang material erupsi yang masih mengeluarkan asap.
 
"Ini anak mana ?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya info lengkap kelakuan ini ?" demikian salah satu petikan keterangan video. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akun @SukimanMerapi juga menandai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yakni @BPPTKG. Akun tersebut juga menandai akun @jalinmerapi. 
 
Baca: Terdampak Abu Erupsi Merapi, Petani di Magelang Terpaksa Panen Dini
 
Lokasi di dalam video tersebut berada di sekitar Kaliadem, Kabupaten Sleman. Lokasi tersebut dinilai membahayakan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi. 
 
"Kalau nggak salah lokasi kaliadem. Bagaimana jika ada susulan guguran?" tulis akun @SukimanMerapi melanjutkan. 
 
Ratusan warganet menanggapi video itu. Akun @alisha_cahya_ menyayangkan perilaku sejumlah orang tersebut. 
 
"Kok mboten ditutup sementara mawon njih (kok tidak ditutup sementara [lokasinya] ya)?" tulis akun @alisha_cahya_. 
 
Selain itu, akun @MOREzEROM berkomentar "Wong wong ngene ki nek diilingke le nyauri sak penake wudele dewe karo ngetak ngetak jajalo (orang-orang seperti ini akan merespon seenaknya. Coba saja)". 
 
Akun @jalinmerapi yang ditandai juga turut merespon. Akun tersebut berharap masyarakat tak melakukan hal serupa. "Semoga tidak diulang."
 
Sementara, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida memang sempat menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini belum membahayakan penduduk. Meskipun, ancaman bahaya masih bisa terjadi jika beraktivitas di dalam radius ancaman luncuran material erupsi. 
 
"Kondisi atau aktivitas Merapi saat ini masih belum membahayakan penduduk yang ada di luar area yang sudah kami tentukan potensi bahayanya," ujar Hanik kemarin. 
 
Intensitas erupsi awan panas Gunung Merapi memang meningkat sejak Rabu malam, 9 Maret hingga Kamis, 10 Maret. Luncuran awan panas terjauh mencapai 5 kilometer.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif