Pemantauan harga dan stok komoditas pangan di Gunungkidul. Dokumentasi/ istimewa
Pemantauan harga dan stok komoditas pangan di Gunungkidul. Dokumentasi/ istimewa

Pemkab Gunungkidul Sebut Stok Pangan hingga Lebaran Aman

Ahmad Mustaqim • 04 April 2022 22:27
Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan bahan pokok di sejumlah pasar dan toko grosir, Senin, 4 April 2022. Sejumlah komoditas diketahui mengalami kenaikan.
 
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan kenaikan harga bahan pokok tidak hanya terjadi di Gunungkidul melainkan seluruh wilayah DIY. Pihaknya berupaya menekan kenaikan harga agar tidak terlalu tinggi.
 
"Kami bersama TPID melakukan pemantauan secara langsung, baik stok bahan pokok dan kenaikan harga," kata Sunaryanta di Gunungkidul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Khofifah Pastikan Suplai dan Harga Bahan Pokok Stabil Kecuali Minyak Curah
 
Dia menyatakan pemerintah berupaya memastikan stok bahan pangan dan distribusi di Gunungkidul hingga hari raya idulfitri nanti dipastikan aman.
 
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah DIY, Tri Saktiyana, mengatakan kenaikan harga di Gunungkidul hampir sama dengan kenaikan di Kabupaten Sleman. Pemantauan komoditas pangan di Sleman dilakukan pekan lalu.
 
Di Gunungkidul kenaikan paling signifikan terjadi pada minyak goreng, baik kemasan maupun curah. Harga minyak goreng masih berkisar antara Rp20 ribu sampai dengan Rp25 ribu per liter. Telur ayam mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp21 ribu per kilogram.
 
"Harga daging ayam terpantau naik cukup tinggi dari yang sebelumnya Rp35 ribu rupiah menjadi Rp38 ribu per kilogran pada hari ini," jelas Tri.
 
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Gunungkidul, Sigit Haryanto, menambahkan kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai rawit yang naik jadi Rp30 ribu dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram. Selain itu, cabai rawit merah juga naik dari Rp40 ribu jadi Rp50 ribu per kilogram.
 
"Permintaan di awal ramadan ini sangat tinggi sehingga memicu kenaikan harga. Untuk kenaikan harga komoditas bahan pokok lainnya masih terbilang wajar," kata Sigit.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif