Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Foto: Medcom
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Foto: Medcom

43 Ribu Warga Jatim Mengidap TBC, Tertinggi Ketiga di Indonesia

Amaluddin • 24 Maret 2022 15:07
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong semua pihak terlibat dalam pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC). Kasus TBC di Jatim mencapai 43.268 jiwa pada 2021, tertinggi ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah. 
 
"Peringatan Hari TBC Sedunia (HTBCS) ini merupakan momen yang tepat untuk mendorong semua pihak agar terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC," kata Khofifah pada Peringatan Hari Tuberkulosis Se-Dunia yang jatuh tepat hari ini, Kamis, 24 Maret 2022.
 
Khofifah menyebut angka tersebut masih 45,08 persen dari estimasi kasus yang harus ditemukan. Dengan kata lain, sekitar 50 ribuan penderita TBC belum berhasil ditemukan dan diobati sehingga berpotensi menularkan ke orang di sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"TBC bisa dicegah dan diobati. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala TBC," ujarnya. 
 
]Khofifah mengatakan TBC harus dieliminasi karena mudah menular. Selain itu,  pengobatannya tidak mudah dan murah.
 
"Jika tidak ditangani sampai tuntas, tubuh menjadi resisten terhadap obat. Tahun lalu, angka keberhasilan pengobatan kasus TBC per kabupaten/kota di Jatim adalah 89,12 persen dari target 90 persen," tutur dia.
 
Baca: Strategi Khofifah Tekan Angka Pernikahan Dini di Jatim
 
Menurut Khofifah, angka keberhasilan pengobatan TBC di Jatim harus terus didorong. Sebab, 53 persen kabupaten/kota belum mampu mencapai 90 persen keberhasilan pengobatan.
 
"Terus meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TBC sangat penting. Karena kasus TBC yang tidak tuntas pengobatan tentu dapat memicu meningkatnya kasus TBC resisten obat," ujarnya. 
 
Khofifah menekankan pentingnya keterlibatan multisektor untuk memutus transmisi penularan dan menuju eliminasi TBC 2030. "Pelibatan multisektor dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC serta terapi pencegahan menjadi upaya prioritas untuk dilakukan," kata Khofifah.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif