Ilustrasi. (Medcom.id)
Ilustrasi. (Medcom.id)

Strategi Khofifah Tekan Angka Pernikahan Dini di Jatim

Amaluddin • 22 Maret 2022 20:48
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menekan angka pernikahan dini yang hingga kini masih tinggi. Hal itu dilakukan guna mewujudkan pemenuhan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
 
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), angka dispensasi perkawinan (Diska) mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2019 Diska di Jatim mencapai 5.766 kasus, tahun 2020 meningkat menjadi 17.214 kasus, dan menurun jadi 17.151 kasus pada 2021.
 
"Strategi preventif harus terus dilakukan untuk menekan laju pernikahan dini ini. Diantaranya dengan memberi edukasi tentang usia ideal minimum pernikahan. 19 tahun baik untuk perempuan maupun untuk laki-laki," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, Selasa, 22 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kepala KUA Banjarsari Solo Sebut Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK Berlangsung 26 Mei
 
Khofifah menyebut literasi masyarakat mengenai pernikahan juga harus ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi informasi digital. Dengan kencangnya arus informasi yang ada, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh pengetahuan ikhwal pernikahan.
 
Menurut Khofifah perencanaan dan persiapan mutlak diperlukan dalam setiap pernikahan, termasuk dari sisi psikologis pasangan dan pertimbangan finansial. Dengan begitu setelah menikah tidak lantas menjadi permasalahan baru.
 
Khofifah menyebut penyebab tingginya angka dispensasi pernikahan antara lain karena tradisi dan budaya, faktor internal, emosional, pendidikan, media massa dan internet.
 
"Literasi digital menjadi sangat penting untuk mencegah pernikahan anak dini usia, kalau yang diambil adalah dari perspektif literasi digital. Maka intervensinya langsung ke anak-anaknya, tetapi untuk faktor budaya intervensinya adalah kepada orang tuanya," jelasnya.
 
Khofifah mengatakan pernikahan dini hanya akan menambah permasalahan, mulai dari potensi terjadinya kematian ibu dan bayi, prevalensi stunting, KDRT, hingga melanggengkan kemiskinan. Untuk membentuk ketahanan keluarga, lanjut Khofifah, maka seyogyanya semua hal telah dipersiapkan.
 
"Kematangan setiap pribadi menjalani pernikahan menjadi salah satunya. Karena menurutnya keluarga adalah unit terkecil dalam sebuah negara dan berkontribusi terhadap pembentukan ketahanan negara yang kuat dan kokoh," ujar Khofifah.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif