Ribuan massa antusias mengikuti jalan santai bersama Anies di Aceh, Sabtu, 3 Desember 2022. Medcom.id/ Fajri Fatmawati
Ribuan massa antusias mengikuti jalan santai bersama Anies di Aceh, Sabtu, 3 Desember 2022. Medcom.id/ Fajri Fatmawati

Sempat Diteror, Safari Kebangsaan Anies di Aceh Tetap Berjalan

Fajri Fatmawati • 03 Desember 2022 13:18
Banda Aceh: Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi, menyatakan aksi teror terjadi sejak sebelum kedatangan Anies Rasyid Baswedan di Aceh. Namun insiden tersebut tidak berpengaruh pada rangkaian kegiatan Anies.
 
"Pencekalan dari awal sudah terjadi. Namun, Alhamdulillah rangkaian kegiatan tetap berjalan sukses," kata Taufiqulhadi di Aceh, Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Baca: Teriakan 'Anies Presiden' Menggema di Aceh

Taufiqulhadi mengatakan sejak sebelum kedatangan Anies pihak Pemda tiba-tiba mencabut izin di taman ratu Safiatuddin sehingga pihaknya memilih menggelar acara di lapangan Pango, Banda Aceh. Kemudian muncul spanduk-spanduk yang terpasang di pinggir jalan dengan tulisan-tulisan yang provokatif.
 
"Di awal izin tempat yang semula di rencanakan di taman Ratu Safiatuddin dicabut dengan alasan yang tidak logis kemudian di jalan-jalan terpasang spanduk dengan tulisan yang mengadu domba partai Nasdem dengan partai lokal," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufiqulhadi mengaku diteror oleh nomor telepon yang tak dikenal terus menerus, saat diangkat ada yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan 30 kupon paket sembako untuk diambil di kantor NasDem.
 
"Dan hari ini, tepatnya tadi subuh juga ada kejadian yang tidak mengenakkan karena ada pihak tertentu yang membenci NasDem melempar telur ke kantor NasDem," ungkap Taufiqulhadi.
 
Tak hanya itu pihaknya juga mengungkapkan di lapangan garis finish jalan santai juga ditemukan telur busuk yang berantakan dan kaus kaki bekas berserakan. Namun panitia langsung membersihkannya sehingga saat acara berjalan sukses.
 
"Kami tidak tahu juga siapa yang melakukan itu semua yang pasti itu adalah tindakan di luar batas wajar yang tidak pernah dilakukan di Aceh. Sangat disesalkan sekali, karena berpolitik itu tidak boleh dengan cara-cara yang rusuh dan cara seperti itu tidak sesuai dengan prilaku orang Aceh," jelasnya.
 
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif