Ilustrasi tragedi Kanjuruhan. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq
Ilustrasi tragedi Kanjuruhan. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq

265 Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Pendampingan Psikologis

Daviq Umar Al Faruq • 29 November 2022 13:45
Malang: Sebanyak 600 orang korban tragedi Kanjuruhan mendapat pendampingan psikologis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A). Dari jumlah itu ada 265 korban yang masih anak-anak.
 
Kepala DP3A Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, mengatakan pendampingan psikologis yang diberikan merupakan trauma healing dengan metode kunjungan ke rumah. Kunjungan ini telah dilakukan sejak pekan pertama usai tragedi Kanjuruhan.
 
"Awalnya, pada minggu pertama kami melakukan pendampingan dengan metode home visit kepada 265 korban ini. Namun sekarang sudah menggunakan metode komite building," kata Arbani di Malang, Selasa, 29 November 2022.
 
Baca: Aremania Tuntut Pengusutan Kanjuruhan, Blokade Sejumlah Titik di Malang

Arbani menerangkan komite building merupakan metode pendampingan psikologis yang dilakukan oleh satu orang psikolog kepada 10 korban secara bersamaan. Dari situ psikolog akan menfasilitasi setiap korban saat bercerita permasalahan yang mereka alami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui metode ini, korban yang dicakup adalah keseluruhan, yakni 600 orang itu, terdiri dari 265 anak, perempuan, dan korban dewasa," jelasnya.
 
Arbani menjelaskan melalui trauma healing ini, psikolog akan memetakan dampak psikis yang terjadi pada para korban. Bila memang ada yang mengalami gangguan psikologis berat, maka petugas akan melakukan home visit.
 
"Sepanjang ini, gangguan psikis yang dialami 600 korban kategorinya trauma ringan dan sedang," ungkapnya.
 
Di sisi lain, Arbani mengaku ada beberapa kesulitan yang dialami psikolog saat melakukan pendampingan. Salah satunya ada beberapa korban yang masih enggan bercerita dengan keluh kesah yang dialami atas tragedi maut tersebut.
 
"Ada sebenarnya yang tidak terceritakan masalah tragedi Kanjuruhan keluar semua. Jadi dipendam sendiri. Padahal seharusnya jangan menjadi pikiran sendiri. Sebab, kalau dia tidak curhat bisa jadi dia akan trauma seumur hidup," ujarnya.
 
Sebelumnya sebanyak 135 orang meninggal akibat kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Pada tragedi Kanjuruhan ini, ratusan orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif