Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad. (Foto: Medcom.id/Octavianus Diw Sutrisno)
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad. (Foto: Medcom.id/Octavianus Diw Sutrisno)

Alasan Depok Perpanjang PSBB

Nasional Virus Korona PSBB psbb di jabodetabek
Octavianus Dwi Sutrisno • 12 Mei 2020 16:49
Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kali ketiga. PSBB akan berlangsung pada 13-26 Mei 2020.
 
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan, surat permintaan perpanjangan aturan PSBB telah dilayangkan kepada Gubernur Jawa Barat, pada 11 Mei 2020. Masa PSBB tetap sama seperti sebelumnya yakni 14 hari.
 
"Semoga dalam perpanjangan PSBB nanti, kita tetap konsisten dalam melaksanakan protokol dan peraturanpemerintah demi kebaikan bersama," ucap Idris yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kota Depok, Selasa, 12 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Idris menuturkan, pengambilan keputusan tersebut didasari pemantauan pihaknya terhadap tren perkembangan covid-19. Mulai dari kasus terkonfirmasi (positif), orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan ( ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) dari awal penerapan PSBB.
 
Baca juga:Langgar PSBB, 3 Pemuda di Gowa Reaktif Covid-19
 
"Perpanjangan PSBB di Depok sudah dilakukan dua kali, pemantauan kami hingga kini penyebaran covid-19 cenderung mengalami penurunan. Terutama melihat dari pergerakan rata-rata kasus terkonfirmasi (positif korona) setiap harinya," bebernya.
 
Namun, Idris tak menampik masih ada penambahan kasus korona baik dari import case maupun transmisi lokal, serta tingginya pergerakan orang dari dalam maupun luar Kota Depok.
 
"Jadi kita sepakati, untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar tersebut," tegasnya.
 
Sementara itu berdasarkan data Tim Gugus Tugas, warga Depok yang terinfeksi virus korona, berjumlah 360 orang. Sebanyak 65 orang sembuh, sedangkan 21 orang telah meninggal.
 
Baca juga:Pelanggar PSBB di Kota Bogor Diberi Sanksi Menyapu Jalan
 
"Pasien berstatus dalam pengawasan, 1.351 orang, dinyatakan selesai pengawasan (negatif korona) 626 orang, sedangkan masih dalam pengawasan 725 orang," sambung dia.
 
Selanjutnya jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3.496 orang, dinyatakan selesai pemantauan (negatif korona) 1.918 orang, sementara masih dalam pemantauan 1.578 orang.
 
Kemudian Idris menerangkan untuk PDP yang meninggal berjumlah 60 orang. Namun pihaknya belum bisa menyatakan secara pasti penyebab kematian seluruh pasien tersebut.
 
"Untuk status PDP yang meninggal ini belum bisa dinyatakan positif maupun negatif korona, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanyadikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif