Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

RS di Tasikmalaya Kedapatan Belum Bayar THR, Wagub Jabar Ancam Cabut Izin

Nasional tunjangan hari raya Rumah Sakit Jawa Barat Lebaran 2022
Media Indonesia • 28 April 2022 18:30
Tasikmalaya: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Permata Bunda di Jalan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Rumah sakit ini dilaporkan karyawannya belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) sampai H-4 Lebaran.
 
"Awalnya, kami mendapat informasi dari pihak buruh karyawan Rumah Sakit Umum Permata Bunda Kota Tasikmalaya. Kami bersama Dinas Provinsi langsung mendatangi manajemen dan bertemu dengan direktur ternyata benar ada 223 karyawan belum dibayarkan THR secara penuh," kata Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis, 28 Maret 2022.
 
Uu mengatakan, pihaknya sempat memberi sanksi berat sampai pencabutan izin rumah sakit jika sampai THR tidak dibayarkan sesuai aturan dan petunjuk Presiden Joko Widodo sebelumnya. Manajemen rumah sakit akhirnya berjanji akan memberikan THR penuh usai menandatangani kesepakatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menjalankan instruksi dari Presiden RI terkait kewajiban perusahaan membayar THR kepada karyawan harus selesai sebelum H-10 Lebaran tahun ini. Akan tetapi, RSU Permata Bunda sendiri baru melakukan perjanjiannya kepada karyawan baru dilakukan sekarang ini dan kami berupaya melindungi para buruh dari perusahaan yang tak mau bertanggung jawab dalam menjalankan aturan pemerintah," ujarnya.
 
Baca: 110 Perusahaan di Jateng Belum Cairkan THR
 
Uu meminta karyawan melaporkan apabila tak kunjung dibayarkan THR oleh perusahaan. Kedatangan Uu ke rumah sakit ditugaskan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menindaklanjuti salah satu pengawai yang mengadukannya kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
 
"Saya ingin mengetahui duduk permasalahan seperti apa dan selama ini kami juga sudah melakukan monitoring yang berkaitan dengan THR terutama di beberapa perusahaan hingga saat ini tidak ada pengaduan. Namun, untuk di Kota Tasikmalaya baru muncul setelah para pegawai mengadukan melalui Kementerian Tenaga Kerja dalam aplikasi online," paparnya.
 
Dari perjanjian itu Direktur RSU Permata Bunda akan membayar THR secara bertahap sampai tiga kali karena kondisi keuangan yang sedang bermasalah. Padahal, aturan tahun ini pengusaha tidak boleh mencicil untuk THR karyawan.
 
"Kami minta agar pihak RSU Permata Bunda agar bisa membayar karyawannya supaya dari mereka bisa berlebaran bersama keluarganya. Jika tidak melakukan pembayaran terhadap para pegawainya, tentunya akan mendapatkan sanksi yakni pencabutan izin usaha dan kami tetap berupaya agar masalah tersebut supaya segera dituntaskan," ujar Uu.
 
Sementara itu, Koordinator Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, Adam Nurguna mengatakan, pihaknya kecolongan dalam kasus ini karena luput dari pengawasan.
 
"Kami dari dinas tentu kecolongan terutama yang berkaitan dengan belum dibayarnya THR kepada pegawai di RSU dilakukan oleh pihak perusahan tetapi mereka akan tetap membayarnya dalam tiga kali bayar mulai bulan Mei dan Juni tapi belum adanya persentase bagi karyawan," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif