Pemkot Pangkalpinang membongkar 16 bangunan yang berada di lahan pemerintah untuk menata ulang kawasan Pantai Pasirpadi agar lebih indah, tertib dan nyaman bagi wisatawan. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)
Pemkot Pangkalpinang membongkar 16 bangunan yang berada di lahan pemerintah untuk menata ulang kawasan Pantai Pasirpadi agar lebih indah, tertib dan nyaman bagi wisatawan. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)

Kawasan Pantai Pasirpadi Babel Ditata Ulang

Antara • 02 April 2022 12:56
Pangkalpinang: Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menata ulang kawasan Pantai Pasirpadi agar lebih rapi dan nyaman sebagai upaya peningkatan pelayanan bagi wisatawan.
 
"Penataan dan pengembangan kawasan wisata ini kami harapkan bisa berjalan lancar sehingga ke depan bisa memberikan kenyamanan bagi para wisatawan dan tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah maupun pedagang yang ada di lokasi itu," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pangkalpinang Efran di Pangkalpinang, Sabtu, 2 April 2022.
 
Penataan kawasan destinasi wisata andalan di Kota Pangkalpinang tersebut dimulai dari pembongkaran sebanyak 16 bangunan yang berdiri di atas tanah milik pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebelum dilakukan eksekusi, Pemkot Pangkalpinang telah mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan kepada 16 pemilik bangunan," lanjutnya.
 
Selain itu, kata dia, sosialisasi rencana pembongkaran bangunan tersebut juga sudah disampaikan sejak tiga tahun yang lalu oleh Pemkot Pangkalpinang.
 
Baca juga: Rumah Makan di Belitung Wajib Pasang Tirai Selama Ramadan
 
Mengenai permintaan para pedagang untuk meminta kompensasi, menurut Efran, tidak memungkinkan dan tidak dibenarkan aturan hukum karena lahan itu milik Pemkot Pangkalpinang.
 
Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang Kecil Milenial (PPKM) Raden Nico mengatakan pada dasarnya para pedagang setuju dengan program Pemkot Pangkalpinang, namun setelah penggusuran para pedagang perlu dilakukan pendampingan, dirangkul dan diberikan pembinaan.
 
“Saya mendampingi para 16 pedagang sekaligus menguatkan mereka, karena tidak bisa dipungkiri dengan adanya penggusuran ini pada pedagang pasti sedih. Apalagi mereka sudah sudah belasan tahun menempati tempat ini,” katanya.
 
Ia berharap, Pemkot Pangkalpinang dapat memberikan tempat relokasi atau lapak berjualan yang layak.
 
“Kami yakin Pemkot Pangkalpinang tetap berpihak kepada pedagang," terang Nico.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif