Depok: Stok bahan pokok di Kota Depok, Jawa Barat, terpantau aman. Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad memastikan segala komoditas pokok terkendali.
"Stok bahan pangan seperti gula, beras, alhamdulillah semua mencukupi," ucap Idris di Bali Kota, Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jumat, 6 Maret 2020.
Meski stok pangan aman, Idris tetap mewaspadai adanya provokasi untuk menimbun bahan pokok. Pasalnya banyak kasus penimbunan bahan makanan dan masker di wilayah lain.
"Hal itu merupakan masalah yang harus diantisipasi," ujarnya.
Baca: Penimbun Pangan dan Masker Bisa Didenda Rp50 Miliar
Sementara itu, terkait dengan harga rempah yang tiba-tiba meroket. Idris mengaku segera mengidentifikasi lonjakan harga bersama dinas terkait.
Pasalnya, saat ini rempah tengah diburu karena dipercaya bisa menangkal virus korona. Salah satunya temulawak, di Depok dijual Rp50 ribu per kilogram, sebelumnya Rp10 ribu.
"Tidak ada larangan mengonsumsi jamu, tapi jangan memburu dengan membeli sebanyak-banyaknya dan menimbulkan kelangkaan hingga kenaikan harga. Nanti kita turun ke pasar lewat Diskominfo, kemudian secara teknis sosialisasi ke RT, lurah, camat," paparnya.
Dia segera berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait dengan melonjaknya harga kebutuhan masyarakat. Dia berharap agar harga kembali stabil.
Depok: Stok bahan pokok di Kota Depok, Jawa Barat, terpantau aman. Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad memastikan segala komoditas pokok terkendali.
"Stok bahan pangan seperti gula, beras, alhamdulillah semua mencukupi," ucap Idris di Bali Kota, Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jumat, 6 Maret 2020.
Meski stok pangan aman, Idris tetap mewaspadai adanya provokasi untuk menimbun bahan pokok. Pasalnya banyak kasus penimbunan bahan makanan dan masker di wilayah lain.
"Hal itu merupakan masalah yang harus diantisipasi," ujarnya.
Baca: Penimbun Pangan dan Masker Bisa Didenda Rp50 Miliar
Sementara itu, terkait dengan harga rempah yang tiba-tiba meroket. Idris mengaku segera mengidentifikasi lonjakan harga bersama dinas terkait.
Pasalnya, saat ini rempah tengah diburu karena dipercaya bisa menangkal virus korona. Salah satunya temulawak, di Depok dijual Rp50 ribu per kilogram, sebelumnya Rp10 ribu.
"Tidak ada larangan mengonsumsi jamu, tapi jangan memburu dengan membeli sebanyak-banyaknya dan menimbulkan kelangkaan hingga kenaikan harga. Nanti kita turun ke pasar lewat Diskominfo, kemudian secara teknis sosialisasi ke RT, lurah, camat," paparnya.
Dia segera berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait dengan melonjaknya harga kebutuhan masyarakat. Dia berharap agar harga kembali stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)