Sejumlah biarawati saat mengikuti bazar ramadan. (Ahmad Mustaqim)
Sejumlah biarawati saat mengikuti bazar ramadan. (Ahmad Mustaqim)

Toleransi Tinggi, Biarawati Gagas Bazar Ramadan

Ahmad Mustaqim • 12 April 2022 12:27
Yogyakarta: Deretan meja berjejer rapi di tepi jelan dekat Balai RW 1 Samirono, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin sore, 11 April 2022. Tak berselang lama, meja diisi aneka makanan dan minuman khas berbuka puasa.
 
Siapa sangka, bazar perdana yang digelar warga tersebut digerakkan oleh sekelompok biarawati Santikara Youth Centre Samirono. 
 
"Kegiatan ini untuk mempersatukan warga di Samirono. Juga sebagai upaya neningkatkan perekonomian, terutama warga setempat," kata Ketua RW 1 Samirono Petrus Suyanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski menjadi yang pertama, sejumlah warga tampak antusias meramaikan bazar ramadan para biarawati. Bahkan sejumlah pengguna jalan ada yang singgah untuk membawa pulang takjil.
 
"Awalnya belum pernah (mengadakan) pasar ramadan, kemudian pengurus RT rapat ternyata antusiasme warga bagus. Sementara belum semua (warga) membuka lapak," terang dia.
 
Baca juga: 9 Juta Kendaraan Diprediksi Melintasi Jabar Selama Mudik Lebaran
 
Suyanto mengatakan akan menggandeng lebih banyak warga agar terlibat pada bazar ramadan tahun depan. Khusus tahun ini, bazar menjadi permulaan kebersamaan.
 
"Rencana tahun depan lebih ramai lagi. Warga di sini memang majemuk, jadi tujuannya kebersamaan lingkungan RW 1," ujar Samirono. 
 
Sementara, Koordinator Santikara Youth Centre, Sister Maryati CB mengatakan senang dapat terlibat dalam bazar ramadan. Ia menilai perbedaan iman antarwarga tak jadi persoalan. 
 
"Perbedaan tak jadi masalah. Kami sudah beberapa kali mengadakan kegiatan bersama warga," ujar Maryati. 
 
Para biarawati menjual berbagai jenis minuman olahan sepertgi dari aneka rempah, jahe temulawak, serai jeruk nipis, hingga olahan bunga telang.
 
Baca juga: Pemkot Solo Perbanyak Sentra Vaksinasi Malam Hari Selama Ramadan
 
Maryati menyebut jenis makanan olahan memang sederhana. Ia memastikan jenis makanan yang dijual telah diolah tanpa menyertakan bahan pengawet. 
 
"Kami ada produk minunan sehat. Bukan makanan mewah tetap makanan yang sehat," ungkapnya.
 
Menurut dia, bazar ramadan akan dijadikan pioner kegiatan positif lain bagi warga. Salah satunya pelatihan membuat produk makanan dan minuman olahan.
 
Ia menambahkan selain bazar, biarawati juga menggelar buka puasa bersama warga. Bukan tidak mungkin juga merayakan hari raya umat muslim bersama.
 
"Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir. Dengan pelatihan nanti bisa semakin meningkatkan keterampilan. Bisa saling mendukung bila ada kegiatan," imbuhnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif