Yogyakarta: Penyelenggaraan Konferensi Nasional (Konfernas) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) disepakati bakal digelar di Yogyakarta pada 23-24 Juli 2022. Penyelenggaraan Konfernas ini sudah mendapat persetujuan dari Ketua Dewan Pembina HPN Kiai Asad Saad Ali.
"Saya mendukung konfernas DPP HPN tanggal 23-24 Juli 2022, harusnya pengusaha jangan kayak politisi, HPN ini saya dirikan untuk mewadahi pengusaha bersilaturahmi, dan sengaja dibuat oleh pengurus PBNU saat itu tidak memiliki hubungan legal (seperti lembaga atau Banom), tujuannya agar HPN bisa bergerak lincah dan bisa menjadi anggota Kadin," Asad saat bertemu dengan pengurus DPP HPN, Selasa, 8 Maret 2022.
Ketua Umum HPN Abdul Kholik mengatakan penyelenggaraan Konfernas HPN dalam rangka menjalankan misi luhur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yaitu membangun kemandirian warga dan organisasi.
"HPN sebagai jaringan pengusaha NU akan ikut aktif menyatukan diri dengan misi luhur itu dengan menjadi penggerak ekonomi & bisnis bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), memanfaatkan peluang bisnis dan kemitraan yang ditawarkan pemerintah dan industri lokal/global sebagaimana dalam pengembangan ekonomi gigital, tren industri halal dan keuangan syariah, serta hilirisasi industri pertanian," kata Abdul Kholik, Selasa, 8 Maret 2022.
Baca: Balai POM di Palu Curiga Kopi Mengandung Paracetamol Sudah Beredar di Sulteng
Sedianya, Konfernas HPN akan digelar pada 22 Februari 2022. Namun, karena situasi pandemi yang masih berlangsung makan diundur pada 23-24 Juli sekaligus menandai Harlah ke-11 HPN.
Menurutnya, penundaan ini semata merupakan alasan kemaslahatan kemanusiaan dan kesehatan bersama. Ia membantah penundaan ini untuk menghalangi seseorang untuk berpeluang ikut dalam pemilihan calon pimpinan di kepengurusan DPP HPN.
Menurut dia, ada sekelompok oknum pengurus di tingkat DPP, PW dan PC yang atas nama pribadi menggelar Konferensi Nasional Luar Biasa pada 6 Maret 2022 di Semarang, maka sepenuhnya kegiatan itu adalah kegiatan yang di luar agenda organisasi karena tidak memiliki dasar dalam pasal-pasal di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga maupun aturan yang berlaku di organisasi HPN," tegas Kholik.
Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) sendiri didirikan pada 14 Juli 2011 bertepatan dengan 22 Rajab 1432 Hijriah. Pendirian HPN diharapkan mampu membentuk pengusaha Nahdliyin yang berkarakter kuat, bermartabat, berdaya cipta, dan berdaya saing tinggi.
HPN telah memiliki kepengurusan wilayah di 28 Propinsi dan kepengurusan cabang di 172 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sehingga sudah memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Yogyakarta: Penyelenggaraan Konferensi Nasional (Konfernas) Himpunan Pengusaha
Nahdliyin (HPN) disepakati bakal digelar di Yogyakarta pada 23-24 Juli 2022. Penyelenggaraan Konfernas ini sudah mendapat persetujuan dari Ketua Dewan Pembina HPN Kiai Asad Saad Ali.
"Saya mendukung konfernas DPP HPN tanggal 23-24 Juli 2022, harusnya pengusaha jangan kayak politisi, HPN ini saya dirikan untuk mewadahi pengusaha bersilaturahmi, dan sengaja dibuat oleh pengurus PBNU saat itu tidak memiliki hubungan legal (seperti lembaga atau Banom), tujuannya agar HPN bisa bergerak lincah dan bisa menjadi anggota Kadin," Asad saat bertemu dengan pengurus DPP HPN, Selasa, 8 Maret 2022.
Ketua Umum HPN Abdul Kholik mengatakan penyelenggaraan Konfernas HPN dalam rangka menjalankan misi luhur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yaitu membangun kemandirian warga dan organisasi.
"HPN sebagai jaringan pengusaha NU akan ikut aktif menyatukan diri dengan misi luhur itu dengan menjadi penggerak ekonomi & bisnis bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), memanfaatkan peluang bisnis dan kemitraan yang ditawarkan pemerintah dan industri lokal/global sebagaimana dalam pengembangan ekonomi gigital, tren industri halal dan keuangan syariah, serta hilirisasi industri pertanian," kata Abdul Kholik, Selasa, 8 Maret 2022.
Baca: Balai POM di Palu Curiga Kopi Mengandung Paracetamol Sudah Beredar di Sulteng
Sedianya, Konfernas HPN akan digelar pada 22 Februari 2022. Namun, karena situasi pandemi yang masih berlangsung makan diundur pada 23-24 Juli sekaligus menandai Harlah ke-11 HPN.
Menurutnya, penundaan ini semata merupakan alasan kemaslahatan kemanusiaan dan kesehatan bersama. Ia membantah penundaan ini untuk menghalangi seseorang untuk berpeluang ikut dalam pemilihan calon pimpinan di kepengurusan DPP HPN.
Menurut dia, ada sekelompok oknum pengurus di tingkat DPP, PW dan PC yang atas nama pribadi menggelar Konferensi Nasional Luar Biasa pada 6 Maret 2022 di Semarang, maka sepenuhnya kegiatan itu adalah kegiatan yang di luar agenda organisasi karena tidak memiliki dasar dalam pasal-pasal di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga maupun aturan yang berlaku di organisasi HPN," tegas Kholik.
Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) sendiri didirikan pada 14 Juli 2011 bertepatan dengan 22 Rajab 1432 Hijriah. Pendirian HPN diharapkan mampu membentuk pengusaha Nahdliyin yang berkarakter kuat, bermartabat, berdaya cipta, dan berdaya saing tinggi.
HPN telah memiliki kepengurusan wilayah di 28 Propinsi dan kepengurusan cabang di 172 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sehingga sudah memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)