Terdakwa mantan anggota Polres Pasuruan, Randy Bagus Hari Sasongko (RBHS) (Foto/ Metro TV)
Terdakwa mantan anggota Polres Pasuruan, Randy Bagus Hari Sasongko (RBHS) (Foto/ Metro TV)

Randy Bagus Eks Anggota Polres Pasuruan Divonis 2 Tahun dalam Kasus Aborsi

Nasional aborsi ilegal pelanggaran etik Jawa Timur Pelanggaran Anggota Polri
Clicks.id • 28 April 2022 19:52
Mojokerto: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menjatuhkan vonis dua tahun penjara bagi Randy Bagus Hari Sasongko, mantan anggota polisi yang diadili terkait kasus aborsi Novia Widyasari. Sidang pembacaan putusan diketuai Sunoto, digelar di ruang Candra, Pengadilan Negeri Mojokerto, Kamis 28 April 2022.
 
"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko bin Niryono terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum. Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dua tahun dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Sunoto.
 
Mantan anggota Polres Pasuruan ini divonis dengan pasal 348 KUHP ayat 1 tentang aborsi dan pasal 348 KUHP juncto pasal 56 ayat 2 KUHP. Sementara itu, usai sidang putusan, kuasa hukum Randy Bagus, Elisa Andarwati menyatakan keberatan atas vonis yang dijatuhkan terhadap kliennya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Hakim Tolak Eksepsi Eks Polisi Randy
 
"Putusan ini sangat keberatan, Randy juga sudah mencabut pernyataan (tak dijelaskan), tapi ini tadi tidak disampaikan. Ini tadi juga ada tuntutan dari majelis hakim yang tidak sesuai fakta persidangan, oleh karena itu kita akan banding," ungkapnya.
 
Menurut Elisa, ada pernyataan Randy yang tak disampaikan oleh majelis hakim saat membacakan amar putusannya. Pihaknya merasa keberatan dengan tidak adanya bukti otentik secara medis terkait kehamilan Novia selama menjalin asmara dengan Randy.
 
"Tidak ada bukti otentik sama sekali secara medis tidak pernah ada. Itu yang kita ragukan, di mana perbuatan Randy yang melakukan. Karena si hamil persetujuan dan dia yang minum. Kalau itu memang betul-betul harusnya dijadikan tersangka (Novia). Itupun gak ada, kalau pun dia mati harusnya SP3," pungkasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif