Belum Bersertifikat Halal, Sebagian Warga Tolak Imunisasi Rubella

ant 08 Agustus 2018 15:24 WIB
Imunisasi Measles Rubella (MR)
Belum Bersertifikat Halal, Sebagian Warga Tolak Imunisasi Rubella
ilustrasi
Banjarmasin: Program imunisasi Measles Rubella (MR) di Kalimantan Selatan banyak mendapat penolakan warga. Hal itu menyusul belum adanya sertifikat halal dari MUI. Dinas Kesehatan Kalsel memperkirakan jumlah anak yang menunda imunisasi Measles Rubella mencapai 30 persen.

"Jumlah masyarakat yang menunda imunisasi MR ini mencapai 20-30 persen dari total jumlah sasaran 1.120.522 anak di Kalsel," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim, Rabu, 8 Agustus 2018. 

Muslim mengaku penundaan imunisasi dipicu pro kontra vaksin yang belum mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. Namun, kata Muslim, pihaknya akan tetap melanjutkan program Imunisasi MR dengan memberi toleransi kepada masyarakat yang ingin menunda imunisasi sembari menunggu sertifikat halal MUI.


"Bagi masyarakat yang masih membutuhkan aspek kehalalan dari MUI, dipersilakan untuk menunda," jelasnya.

Baca: Pro Kontra Vaksin MR, Kemenkes Berpedoman Pada Fatwa MUI

Sejauh ini jumlah anak di Kalsel yang sudah melakukan imunisasi MR sebanyak 11.000 anak. Rendahnya tingkat realisasi imunisasi ini karena banyaknya isu beredar yang mengharuskan ada sertifikat halal dari MUI. Padahal batas akhir pelaksanaan imunisasi MR antara Agustus sampai September 2018.

Dinas Kesehatan Kalsel terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait belum adanya sertifikat halal MUI dan berharap MUI secepatnya menerbitkan sertifikat halal. Dikatakan Muslim negara-negara Islam cukup banyak yang sudah menggunakan Imunisasi MR, seperti Arab Saudi dan Yaman.  Ia mengatakan target vaksin menyasar bayi berusia 9 bulan sampai 15 tahun.

Hal serupa juga dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yuriansyah. Dia bilang, pihaknya mempersilakan jika masyarakat tidak ingin anaknya diimunisasi MR, mengingat masyarakat Kalsel dikenal religius dan sangat mementingkan adanya sertifikat halal tersebut. 

"Di Kabupaten Banjar ada 150 ribu anak yang menjadi sasaran. Memang ada sebagian yang menolak dan kami pun tidak memaksa sembari menunggu  sertifikat halal," ungkapnya di sela-sela kegiatan pekan imunisasi campak dan rubela yang digelar bekerjasama dengan ritel modern Giant.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id