Perjalanan Tim Medcom.id dari Bandara Raden Sadjad, menuju pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/ Surya Perkasa)
Perjalanan Tim Medcom.id dari Bandara Raden Sadjad, menuju pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/ Surya Perkasa)

Berburu Internet Gratis di Natuna

Nasional Merdeka di Perbatasan BAKTI
Surya Perkasa • 19 September 2018 11:44
Ranai: Seperti apa wajah Natuna? Hal ini yang ingin Tim Medcom.id cari tahu dari perjalanan kali ini.
 
Saat melangkahkan kaki keluar dari Bandara Raden Sadjad, kami langsung disambut Pak Aris. "Bapak-bapak yang dari Jakarta Pak?" kata Pak Aris. sopir mobil sewaan yang kami hubungi dari Jakarta.
 
Pelancong seperti kami terpaksa harus menyewa mobil yang berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Kendaraan roda dua juga bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar Rp80 ribu per hari. Wajar, tak ada kendaraan umum atau angkutan kota yang lalu lalang karena kondisi geografis Natuna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berburu Internet Gratis di Natuna
Perjalanan Tim Medcom.id dari Bandara Raden Sadjad, menuju pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Kami pun langsung dibawa Pak Aris menuju pusat kota Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang berjarak sekitar dua kilometer dari bandara. Matahari terik tak terasa menyengat karena angin pantai yang terus berembus.
 
"Bapak-bapak beruntung, udara lagi cerah. Dua minggu yang lalu hujan badai. Deras," kata Pak Aris sembari menepikan kendaraan. Kami tiba di penginapan yang langsung menghadap Pantai Kencana.
 
Saya tak kuasa menahan 'gatal' untuk memetik kamera pegangan yang berusia empat tahun. Siapa yang tidak ingin memamerkan foto alam indah Natuna.
 
Berburu Internet Gratis di Natuna
Pantai Kencana yang terbentang di pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Seribu (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Amboi. Indah nian laut Natuna.
 
Saya berniat mengunggah foto setelah puas menjepret pemandangan alam Natuna. Namun, sinyal gawai anggota tim Medcom.id yang menggunakan salah satu operator nasional megap-megap tak stabil.
 
Saya dan tim langsung mencari lokasi WiFi akses bebas yang kata warga juga terpasang di Pantai Kencana. Bahkan, tempat tersebut disebut-sebut sebagai lokasi tongkrongan favorit warga 'pemburu' sinyal untuk internet.
 
Tim Medcom.id pun menemukan lokasi yang dimaksud. Benar saja, tampak beberapa remaja duduk bareng sambil memiringkan telepon pintarnya. Terdengar suara salah satu gim daring yang tengah populer dimainkan.
 
WiFi akses bebas (free access) yang Tim Medcom.id manfaatkan ini tak hanya dipasang Diskominfo, BAKTI (Badan Aksesebilitas Telekomunikasi dan Informatika), dan provider penyedia jasa seluler di Pantai Kencana. Area Tourist Information Center (TIC) Natuna juga dilengkapi WiFi berkecepatan tinggi untuk warga di wilayah kepulauan terluar Indonesia ini. Masyarakat pun mulai terasa terbantu.
 
Berburu Internet Gratis di Natuna
Tourist Information Center (TIC) Natuna yang dikembangkan sebagai pusat informasi terpadu pariwisata Natuna (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Said Muchtar Adi merupakan salah satu warga yang merasakan manfaat WiFi dari program BAKTI Akses Internet (AKSI). WiFi ini merupakan bagian dari janji hadirnya internet cepat bernama BAKTI Akses Internet untuk wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Program Penyediaan Jasa Akses Internet yang dilaksanakan BAKTI sebagai program penyediaan akses internet dengan kapasitas bandwidth minimal dua megabit per detik (Mbps). Apalagi, Palapa Ring Barat telah 100 persen rampung digelar hingga Natuna.
 
"Sebelum ada WiFi ini masyarakat sulit konek (terkoneksi) ke internet karena kalau bergantung ke sinyal seluler tersendat-sendat," kata dia saat ditanyaMedcom.id.
 
Masyarakat Natuna, kata Adi, mulai banyak memanfaatkan jaringan media media sosial. Warga wilayah Natuna, bahkan di ibu kota kabupaten, menganggap internet sebagai barang 'mahal' yang susah diakses.
 
"Data seluler masuk lima tahun yang lalu. Itupun masih sulit. Naik turun," kata pria yang kini aktif di media sosial komunitas warga Natuna ini.
 
Berburu Internet Gratis di Natuna
Said Muchtar Adi, salah satu warga yang kini giat di media sosial komunitas masyarakat Natuna (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Masyarakat Natuna, setidaknya di kawasan Ranai dan sekitarnya, mulai bisa berselancar di internet. "Semua informasi kita bisa dapat. Bisa juga untuk jualan. Anak-anak kita bisa pakai juga supaya bisa berprestasi," kata dia.
 
Tim Medcom.id memang merasakan betul manfaat WiFi gratisan ini. Apalagi, tak semua sinyal dari penyedia jasa seluler bisa stabil.
 
Sedikit aneh. Sebab, Natuna sudah dilewati jaringan tulang punggung serat optik atau dikenal dengan Proyek Palapa Ring. Palapa Ring Barat yang mengubungkan daerah terluar Indonesia bagia barat juga sudah terhubung.
 
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Saya bertemu dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna Raja Darmika saat berburu gambar di Masjid Agung Natuna nan menawan.
 
Berburu Internet Gratis di Natuna
Masjid Agung Natuna di kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang dinobatkan sebagai salah satu masjid terindah di Indonesia (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

Bersambung (Seri 2 dari 5)
 

(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif