Kondisi perkampungan tertimbun lumpur banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). ANTARA FOTO/Moullies
Kondisi perkampungan tertimbun lumpur banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). ANTARA FOTO/Moullies

Banjir Luwu Utara, Akses Jalan Trans Sulawesi Masih Terputus

Media Indonesia.com • 16 Juli 2020 09:01
Luwu Utara: Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban hilang, akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Namun, tim SAR gabungan masih terkendala medan, lantaran akses jalan sulit ditembus akibat tertimbun lumpur dan pasir. 
 
Alat berat berupa empat unit eksavator dikerahkan untuk membersihkan lumpur di Kecamatan Masamba, dan enam unit di Kecamatan Baebunta. Agar akses jalan bisa segera dibuka. Petugas harus memutar sejauh 10 kilometer menuju lokasi terdampak. 
 
"Jalan Trans Sulawesi ini masih tertimbun longsor. Sesekali hujan masih mengguyur. Tingginya lumpur bercampur pasir juga membuat medan sedikir sulit. Tapi alat berat sudah di lokasi," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, melansir Mediaindonesia.com, Kamis, 16 Juli 2020. 

Muslim menerangkan, tim SAR gabungan telah berhasil menyelamatkan sebanyak 1.500 warga dari enam kecamatan terdampak. Yakni dari Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.
 
Baca: Korban Banjir Luwu Utara Jadi 21 Orang
 
"Korban tewas total 21, ada juga ditemukan 10 korban luka, baik ringan hingga berat, semua sudah mendapat perawatan di RSUD Masamba. Yang luka ini berasal dari Kecamatan Masamba dan Radda, Kecamatan Baebunta," imbuhnya. 
 
Hingga kini, sebanyak 156 kepala keluarga atau 655 jiwa mengungsi. Selain itu sebanyak 4.202 kepala keluarga atau 15.994 jiwa terdampak.
 
Kerugian material sebanyak 4.930 unit rumah terendam, 10 unit rumah hanyut, dan 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur. Selain itu, satu Kantor koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian 1 meter, jembatan antardesa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi 1-4 meter. 
 
Sayangnya hingga kini, pihak PLN masih melakukan perbaikan jaringan listrik di lokasi. Sementara itu, hanya satu operator jaringan seluler yang dapat digunakan di warga.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>