Pemprov Bali menyebarkan 1.000 flyer tentang aturan yang diperbolehkan dan tidak bagi WNA selama berada di Bali. (Media Indonesia/Arnoldus Dhae))
Pemprov Bali menyebarkan 1.000 flyer tentang aturan yang diperbolehkan dan tidak bagi WNA selama berada di Bali. (Media Indonesia/Arnoldus Dhae))

Turis Asing Kerap Berulah, Bali Sebar 1.000 Pamflet Do and Don't

Media Indonesia.com • 09 Juni 2023 08:40
Denpasar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali bagian Imigrasi menyebarkan lebih dari 1.000 pamflet untuk mengatasi ulah dan keonaran yang sering dibuat warga negara asing (WNA) di Bali.
 
Pamflet berisikan tentang apa saja yang boleh dilakukan dan dilarang (Do and Don't) selama para turis itu berada di Bali. 
 
Pembagian selebaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali. 
Regulasi itu muncul setelah banyaknya wisatawan asing yang berbuat ulah dan mengakibatkan terganggunya tatanan sosial budaya dan masyarakat di Bali. 
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu membenarkan instansinya yang mencetak dan menyebarkan pamflet tersebut. Pada selebaran termuat 12 kewajiban dan 8 larangan bagi turis asing selama berada di Pulau Dewata. 
 
Saat ini selebaran it baru berbahasa Inggris. Kedepannya, kata Anggiat, akan dicetak dalam lima bahasa. Selain Inggris juga dibuat dalam bahasa Rusia, India, Mandarin, dan Jepang.
 
Baca juga: Pamer Alat Kelamin, 2 WN Denmark Dideportasi dari Bali

"Kita terus berupaya menjaga Bali, dari oknum turis yang dengan sengaja melakukan berbagai tindakan yang meresahkan masyarakat Bali dengan seluruh tatanan sosial budayanya," ujarnya, Jumat, 9 Juni 2023.
 
Dalam aturan itu disebutkan, wisatawan wajib menghormati tempat suci di Bali, menggunakan pakaian yang sopan, hingga kewajiban menggunakan pemandu atau guide yang berlisensi. Sedangkan larangan berupa memasuki kawasan suci, seperti pura, menaiki pohon yang dikeramatkan, bertransaksi dengan mata uang asing hingga larangan menggunakan kripto di Bali.
 
Terpantau pada hari pertama, pembagaian selebaran, terdapat 48 orang petugas Imigrasi membagikan selebaran tersebut kepada Wisatawan. Selebaran tersebut diselipkan ke dalam paspor WNA pada saat pemeriksaan identitas dan dokumen keimigrasian yang dilakukan pada Area Kedatangan Internasional, Bandara Ngurah Rai.
 
Upaya ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada wisatawan asing terkait hukum dan norma yang berlaku di Bali. Anggiat juga mengharapkan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah, petugas, dan masyarakat Bali untuk bersama-sama melakukan pengawasan atas perilaku WNA selama berada di Bali.
 
"Kami juga mohon dukungan pemerintah daerah, petugas yang tergabung dalam Timpora, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan perilaku WNA yang tinggal di vila atau homestay. Segera laporkan ke kami (jajaran Imigrasi) jika terdapat perilaku WNA yang tidak terpuji." ucapnya.
 
Ia berharap pembagian selebaran tersebut akan membuka wawasan para turis asing tentang aturan wisata di Bali sehingga tak ada lagi pelanggaran oleh WNA.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif