Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. ANTARA/ HO-Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. ANTARA/ HO-Humas Pemprov Jateng

Ganjar Ultimatum Bupati dan Wali Kota Hentikan Praktik Jual Beli Jabatan

Mustholih • 15 Agustus 2022 13:59
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengultimatum kepada bupati dan wali kota se-Jateng menghentikan praktik jual beli jabatan. Menurut Ganjar, kasus penangkapan Bupati Pemalang, Mukti Ali Wibodo, merupakan sebuah pengkhianatan terhadap kerja keras wong cilik.
 
"Apa yang ada di Pemalang sekaligus kita ingatkan seluruh pemerintah daerah termasuk kami mengingatkan diri sendiri, hentikan seluruh praktik buruk jual beli jabatan itu terdengar di mana-mana ceritanya. Maka saya ingatkan hentikan atau ditangkap," kata Ganjar dalam perayaan HUT ke-72 Jawa Tengah, Semarang, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Menurut Ganjar, bupati dan wali kota se-Jateng harus belajar meniru semangat petani-petani bawang putih di Tegal. Ganjar menceritakan para petani di Tegal tetap menanam bawang putih, meski produk mereka digempur habis-habisan oleh bawang impor.
 
Baca: KPK Geledah Kantor BKD dan Ruang Bupati Pemalang

"Saya gregel (haru) saat mendengar cerita petani bawang putih di Kabupaten Tegal. Bertahun-tahun mereka dihajar habis oleh bawang putih impor. Tapi mereka tidak menyerah. Jika petani kita berani berjuang habis-habisan, kita dosa besar jika hanya diam saja," terang Ganjar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar mengatakan perjuangan petani bawang putih di Tegal merupakan upaya menegakkan harga diri.
 
"Itulah harga diri, tetap berjuang meskipun tersakiti. Bukan justru menyakiti yang sedang berjuang. Ada banyak pekerjaan rumah yang musti kita selesaikan, ada infrastruktur perekonomian sosial budaya dan teknologi," jelas Ganjar.
 
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Pemalang, Mukti Ali Wibobo, dalam kasus jual beli jabatan. KPK menduga selama satu tahun enam bulan, Mukti Ali diduga menerima suap senilai Rp4 miliar dalam praktek jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang dan menerima Rp2,1 miliar dari pihak swasta.

 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif