Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. (Medcom.id/Amal)
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. (Medcom.id/Amal)

Mensos Anggap Wajar Terjadi Penjarahan Bantuan di Mamuju

Nasional gempa Gempa Bumi bantuan
Amaluddin • 16 Januari 2021 16:32
Surabaya: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menganggap wajar warga korban gempa Mamuju, Sulawesi Barat, menjarah mobil yang membawa bantuan. Peryantaan Risma menjawab beredarnya video penjarahan bantuan yang viral di media sosial.
 
"Saya rasa itu lumrah, karena mungkin mereka sudah kelaparan," kata Risma, sapaan akrabnya, saat di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 16 Januari 2021.
 
Risma menegaskan, yang terjadi di Mamuju lumrah, karena para korban yang mengungsi kekurangan bahan makanan. Terlebih banyak toko tutup dan terkendala akses distribusi bantuan.
 
"Kalau enggak salah (video itu kejadiannya) di Majene, tadi juga sempat lihat videonya. Jangan
sampai terkesan seolah itu ada yang salah," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pengungsi Gempa di Taman Makam Pahlawan Mamuju Butuh Logistik
 
Risma mengatakan, gempa yang mengguncang Mamuju merusak sejumlah bangunan, membuat warga setempat mengungsi ke daerah lebih tinggi. Warga terdampak khawatir terjadi gempa susulan dan tsunami.
 
"Makanya banyak pasar dan toko tutup, sehingga warga tidak bisa membeli bahan kebutuhan pokok," ujarnya.
 
Di sisi lain, lanjut Risma, akses untuk pendistribusian bantuan kepada warga terdampak terputus karena adanya longsoran di beberapa titik. Sehingga, bantuan yang dikirim dari Makassar dan Palu agak lambat sampai di lokasi pengungsian.
 
"Kemarin itu (akses) terputus antara Makassar dengan Mamuju karena ada longsoran. Mungkin sekarang sudah dikerjakan (pembersihan material longsoran di jalan), sehingga bahan kebutuhan pangan kita (bantuan) itu itu harus memutar (dan memakan waktu tempuh tambahan) kurang lebih enam jam," kata mantan Wali Kota Surabaya itu.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif