Ilustrasi--Sebanyak 499 orang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap karena diduga berencana melakukan tindakan provokatif terkait aksi massa menolak Omnibus Law. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Ilustrasi--Sebanyak 499 orang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap karena diduga berencana melakukan tindakan provokatif terkait aksi massa menolak Omnibus Law. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

Sri Sultan Minta Pedemo Anarkistis Ditindak Pidana

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Sri Sultan Hamengku Buwono X
Ahmad Mustaqim • 09 Oktober 2020 12:36
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kepolisian menindak pelaku demonstrasi anarkistis yang merusak sejumlah fasilitas umum. Ia menduga ada unsur kesengajaan.
 
"Saya akan minta kepada aparat, tindak pidana (pelaku peeusakan), karena ada kesengajaan untuk melakukan anarkisme," kata Sri Sultan, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Sri Sultan berharap penindakan terhadap pelaku perusakan dilakukan tanpa pandang bulu meski terduga pelaku masih berstatus pelajar tingkat SMA/SMK. Menurut dia, pelaku perusakan sudah keterlaluan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak mau tahu siapa orang itu, kalau tidak (ditindak) nanti kekerasan akan (kembali) terjadi," ujarnya.
 
Baca juga:Khofifah Akan Minta Jokowi Tangguhkan Omnibus Law Ciptaker
 
Ia menilai, demonstrasi tak perlu disertai kericuhan. Sri Sultan sangat menyayangkan kejadian itu.
 
"Jadi kalau sekarang tidak perlu ada demonstrasi lagi, ya, saya kira sudah cukup," kata dia.
 
Senada, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengungkapkan, demontrasi penolakan UU Omnibus Law menjadi hal wajar. Ia mengatakan penyampaian pendapat jadi hak konstitusi warga negara.
 
"Namun ya dengan cara yang mengedepankan dialog, berbudaya, bermartabat, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Apalagi saat ini sedang pandemi covid-19. Harus utamakan keselamatan dengan disiplin laksanakan protokol kesehatan," ujar politikus PDIP tersebut.
 
Demonstrasi menolak UU Omnibus Law di DPRD DIY dan sekitar Malioboro berujung ricuh, Kamis, 8 Oktober 2020. Berbagai fasilitas di gedung DPRD DIY dan sekitar Malioboro dirusak.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif