TPU Jombang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Medcom.id/Farhan D
TPU Jombang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Medcom.id/Farhan D

Komponen Ekskavator di TPU Jombang Tangsel Dicuri

Nasional pencurian tangerang selatan Pemakaman Umum
Farhan Dwitama • 06 Agustus 2021 16:15
Tangerang: Sejumlah komponen ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) di TPU Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dicuri. Dari pencurian tersebut, total kerugian mencapai Rp100 juta. 
 
"Benar kejadian itu, hari Minggu kemarin. Dan sudah kami laporkan ke Polres Tangsel," kata penanggung jawab TPU Jombang, Tabroni, dikonfirmasi, Juma,  6 Agustus 2021.
 
Dia menerangkan, alat tersebut sebelumnya digunakan untuk perataan tanah di zona II TPU khusus covid-19 di Tangsel itu. "Ada panel gearbox dan panel komputer yang dicuri dari ekskavator itu," jelas Tabroni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan, peristiwa pencurian itu baru diketahui pada Minggu pagi, 8 Agustus 2021. Informasi pencurian itu pertama kali diketahui oleh Teguh, petugas penggali kubur yang akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pengurus makam. 
 
"Jadi setelah saya periksa benar demikian, terjadi perusakan pintu sehingga dia bisa masuk ke dalam kabin dashboard ekskavator tersebut," tutur Tabroni. 
 
Tabroni mengungkapkan, berdasarkan informasi dari petugas kebersihan, ada satu mobil berisi sejumlah orang datang ke TPU Jombang pada Sabtu, 7 Agustus 2021, pukul 23.00 WIB. Mobil tersebut parkir di area itu. 
 
"Ditanyakan tujuannya, tapi dia menjelaskan berbelit-belit, karena tidak ada orang yang mau ziarah pada pukul 23 malam," lanjut dia. 
 
Baca: Petugas Meninggal karena Covid-19, Terminal Kesamben Blitar Tutup 14 Hari
 
Namun, Tabroni mengungkapkan bahwa itu adalah praduga tak bersalah. "Maksudnya kita, alibi memang ada yang parkir di depan dan menanyakan kondisi ekskavator tersebut," sahut dia. 
 
Atas kejadian itu, dia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut ke Dinas PU Tangsel. "Semula kami lapor ke Polres, tapi dari Polres diminta pihak PU, karena mereka yang mengetahui jumlah kerugiannya," ucap Tabroni. 
 
Saat ini, ekskavator tak digunakan. "Saat ini belum bisa dipakai, karena sistem komputernya tidak ada, gearbox untuk rodanya tidak ada," ungkap Tabroni. 
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif