Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus penikaman ibu dan anak di Kecamatan Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 Juni 2019.  Foto: Medcom.id
Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus penikaman ibu dan anak di Kecamatan Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 Juni 2019. Foto: Medcom.id

Rekontruksi Penikaman Ibu dan Anak di Makassar Peragakan 21 Adegan

Nasional penusukan
Muhammad Syawaluddin • 20 Juni 2019 09:51
Makassar: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menggelar rekonstruksi kasus penikaman ibu dan anak di Kecamatan Barombong, Gowa, Sulawesi Selatan, yang menewaskan salah korbannya. Rekontrruksi dilakukan di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka dengan kondisi sebenarnya. Sebanyak 21 adegan diperagakan.
 
"Mulai sebelum penikaman hingga saat pelaku melarikan diri," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekonstruksi kasus penikaman terhadap ibu dan anak oleh Jumalang, 21, yang menewaskan Mariani, 33, sengaja dilakukan di Mapolrestabes Makassar karena pertimbangan keamanan. Pasalnya, warga yang mengetahui kasus tersebut sempat membakar rumah tersangka.
 
"Kita pilih Polrestabes karena alasan keamanan karena beriringan dengan terjadinya kejadian tersebut ada efek yang ditimbulkan," jelasnya.
 
Dalam rekonstruksi terlihat, peristiwa penikaman berawal saat korban Mariani dan saksi yang juga merupakan ibu pelaku, Dg Niba bertemu di lahan sengketa keduanya. Pertemuan itu mengakibatkan pertengkaran.
 
Di adegan ke enam, pelaku, Jumalang datang untuk melerai pertengkaran ibunya dan Mariani yang juga masih keluarga tersangka. Namun, di adegan ke sembilan dan sepuluh, pelaku langsung mencabut badik yang dibawanya dan langsung menikam Mariani.
 
Pada adegan ke 12, korban lainnya, Rian, anak Mariani, datang dan menendang pelaku karena melihat ibunya ditikam oleh Jumalang. Di adegan selanjutnya Jumalang membalas Rian dengan tusukan.
 
Setelah menikam Mariani dan Rian, pelaku kemudian lari ke area persawahan yang tidak jauh dari tempat kejadian untuk bersembunyi. Dalam rekonstruksi itu kepolisian menghadirkan delapan saksi serta barang bukti yang disita sebelumnya.
 
"Alat bukti (badik) yang digunakan tersangka masih dicari karena barang bukti itu disimpan di rumah tersangka, sementara rumah tersangka habis terbakar," jelasnya.
 
Kasus itu dipicu perselisihan antara kedua keluarga yang memiliki sejarah konflik sengketa lahan. Konflik ini telah tujuh tahun terjadi.
 
Ibu korban, Daeng Sunggu, dan orang tua Jumalang yang bersaudara sama-sama mengklaim tanah peninggalan orang tua mereka. Sengketa tersebut dibawa hingga ke pengadilan.
 
Buntut dari penikaman tersebut membuat keluarga korban yang juga masih memiliki pertalian darah dengan pelaku kemudian marah dan membakar rumah Jumalang. Isi perabotan rumah ludes di lalap api, begitu dua unit mobil dan satu motor yang terparkir di halaman rumah.
 
Baca: Sengketa Tanah Berbuntut Penikaman Ibu dan Anak
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif