Tulang Bawang: Lima ekor sapi milik peternak di Desa Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung, terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kelima sapi tersebut dinyatakan positif PMK usai dilakukan serangkain pemeriksaan oleh tim dokter kesehatan hewan Tulang Bawang.
"Sapi yang terkena PMK yang positif kemarin hasilnya keluar itu ada 5 ekor," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulang Bawang, Nasib Subagyo, Selasa, 31 Mei 2022.
Baca: DKPP Jepara Temukan 46 Sapi Terindikasi PMK
Dia menuturkan sapi yang terkena PMK ini lokasinya tidak jauh dengan lokasi pertama ditemukannya wabah PMK di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Lima ekor sapi yang terjangkit kini dalam proses pengawasan.
"Kondisi sapi yang terkena wabah kini dalam kondisi stabil dan proses penyembuhan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nasib turut mengimbau kepada warga untuk lebih seleksi dan waspada dalam proses pemilihan hewan kurban yang akan dibeli dan tidak tergiut=r dengan harga murah yang ditawarkan pedagang.
"Lebih selektif dan jangan tergiur harga sapi atau kambing murah," ujarnya. (Muhardi)
Tulang Bawang: Lima ekor
sapi milik peternak di Desa Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung, terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kelima sapi tersebut dinyatakan positif PMK usai dilakukan serangkain pemeriksaan oleh tim dokter kesehatan hewan Tulang Bawang.
"Sapi yang terkena PMK yang positif kemarin hasilnya keluar itu ada 5 ekor," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulang Bawang, Nasib Subagyo, Selasa, 31 Mei 2022.
Baca:
DKPP Jepara Temukan 46 Sapi Terindikasi PMK
Dia menuturkan sapi yang terkena PMK ini lokasinya tidak jauh dengan lokasi pertama ditemukannya wabah PMK di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Lima ekor sapi yang terjangkit kini dalam proses pengawasan.
"Kondisi sapi yang terkena wabah kini dalam kondisi stabil dan proses penyembuhan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nasib turut mengimbau kepada warga untuk lebih seleksi dan waspada dalam proses pemilihan hewan kurban yang akan dibeli dan tidak tergiut=r dengan harga murah yang ditawarkan pedagang.
"Lebih selektif dan jangan tergiur harga sapi atau kambing murah," ujarnya. (Muhardi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)