Polda Sumbar menggelar jumpa pers aksi tindak pidana pencurian sapi oleh dua tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. ANTARA/ HO Polda Sumbar.
Polda Sumbar menggelar jumpa pers aksi tindak pidana pencurian sapi oleh dua tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. ANTARA/ HO Polda Sumbar.

Oknum Honorer DLH Padang Racuni Sapi untuk Dijual

Antara • 31 Maret 2022 17:03
Padang: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatra Barat menangkap dua orang tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, yang diduga melakukan aksi pencurian sapi.
 
Kepala Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, AKBP Jefri Indra Jaya, mengatakan kedua orang itu mencuri sapi menggunakan truk sampah milik Pemkot Padang.
 
Ia mengatakan kedua orang yang diduga terlibat kasus pencurian ternak sapi pria berinisial RY (28) dan ERP (33).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara satu orang pelaku lagi kini masih menjadi buronan pihak kepolisian," ujar Jefri, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Ia mengatakan para pelaku ini melakukan pencurian di tempat pembuangan akhir (TPA) Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Kota Padang sekitar satu minggu yang lalu. Pelaku melakukan pencurian sapi dengan memberi racun pada sapi tersebut.
 
Baca juga: Perampokan Toko Kamera Tewaskan Satpam di Semarang Terencana
 
Setelah terkena racun, lanjutnya, tubuh sapi dibelah menjadi dua bagian lalu dibungkus ke dalam karung dan dimasukkan ke dalam truk sampah untuk diangkut ke tempat penjualan.
 
"Potongan daging itu rencananya dijual langsung ke masyarakat namun petugas dengan sigap menangkap keduanya," lanjutnya.
 
Dari kasus ini pihak kepolisian menyita satu unit truk milik DLH Padang dengan nomor polisi (nopol) BA 9615 J. Selanjutnya ada dua potongan tubuh sapi yang telah terpisah serta uang tunai Rp2 juta.
 
“Kedua pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolda Sumbar dan diproses sesuai aturan,” ungkapnya.
 
Ia mengimbau kepada peternak agar berhati-hati dan mengawasi ternak mereka agar tidak hilang atau dicuri orang.
 
“Kita ajak masyarakat agar aktif meminimalkan terjadinya aksi pencurian ternak ini,” imbuh Jefri.
 
Baca juga: 3 Bule Diduga jadi Pelaku Gendam di Pasuruan
 
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengakui kedua pelaku merupakan tenaga honorer di instansi yang dipimpinnya. “Keduanya dalam proses pemecatan."
 
Ia mengatakan salah satu pelaku merupakan sopir truk sampah. Sopir yang ditangkap sebelumnya pernah menabrak orang hingga meninggal akibat membawa mobil sampah ugal-ugalan.
 
"Waktu itu saya baru tiga bulan menjabat sebagai Kadis DLH Padang dan keluarga korban meminta uang damai Rp13 juta yang dibayarkan oleh DLH Padang," aku Mairizon.
 
Setelah itu pelaku diperbolehkan lagi membawa truk sampah ugal-ugalan dan pihaknya memberikan sanksi dengan menarik kendaraan truk sampah darinya dua bulan.
 
“Sekarang malah hal ini yang dia lakukan. Kita akan lakukan pemecatan terhadap keduanya,” tegas dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif