Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Sakit Hati Sering Ditagih Utang, Paman Tikam Keponakan Hingga Tewas

Hendrik Simorangkir • 27 Februari 2022 12:43
Tangerang: Alasan sakit hati karena kerap menagih utang dengan cara tidak sopan, seorang paman berinisial JS, 31, tega bunuh keponakannya SM, 28, di Perumahan Bumi, Asri Saga, Balaraja, Kabupaten Tangerang.  JS menikam SM di bagian dadanya berulang kali hingga tewas.
 
"Iya karena dituding kerap ditagih utang dengan tidak sopan, sehingga pelaku naik pitam dan membunuh keponakannya," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho, Minggu, 27 Februari 2022. 
 
Zain menuturkan pembunuhan itu bermula saat korban dengan istrinya tengah terlelap tidur. Tiba-tiba, pelaku datang ke rumah korban membawa senjata tajam dan langsung menusukkan ke tubuh korban hingga tewas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia (pelaku) dobrak pintu rumah, langsung masuk ke kamar. Sempat ada dorong-dorongan pintu kamar dengan korban. Tapi akhirnya pelaku pun dapat masuk dan langsung menusuk korban di bagian dada," katanya. 
 
Baca: Puluhan Warga Pulau Sewangi Kalsel Keracunan Makanan
 
Zain menjelaskan melihat suaminya dibunuh, istri korban pun berteriak sehingga mengundang warga sekitar. Melihat korbannya telah tewas, pelaku pun langsung melarikan diri.
 
"Pelaku telah ditangkap, tidak lama setelah kejadian berlangsung beserta dengan senjata tajam berupa pisau yang digunakannya," ucap dia.
 
Saat ini, Zain menuturkan korban telah dilakukan autopsi di rumah sakit terdekat, guna mengetahui kejadian dari peristiwa tersebut.
 
"Untuk korban dilakukan identifikasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk di autopsi yang dilakukan tim forensik Biddokkes Polda Banten," jelasnya.
 
Sementara, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Agung, mengatakan hasil autopsi terhadap jenazah ditemukan luka tusuk pada bagian bahu, perut dan lutut.
 
"Kita melaksanakan kegiatan otopsi dan dental autopsi kepada jenazah korban dugaan pembunuhan. Ditemukan ada luka tusuk pada perut, bahu, dan lutut. Berkali-kali luka tusuknya," jelas Agung.
 
Atas perbuatannya, JS dijerat Pasal 340  KUHP jo 351 ayat (3) KUHP pembunuhan, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman 15 Tahun penjara.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif