ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pemilik SPI di Kota Batu Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

Nasional pencabulan pemerkosaan pelecehan seksual kekerasan dalam rumah tangga kekerasan seksual
Amaluddin • 05 Agustus 2021 17:04
Surabaya: Ditreskrimum Polda Jawa Timur menetapkan JE sebagai tersangka kasus kekerasan seksual di sekokah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Malang, Jawa Timur. JE merupakan pemilik sekaligus pengelola SPI, yang sebelumnya berstatus sebagai saksi atas kasus tersebut.
 
"Iya, statusnya sudah naik dari saksi menjadi tersangka," kata Kepala Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ali Mahfud, dikonfirmasi, Kamis, 5 Agustus 2021.
 
Ali mengatakan, naiknya status saksi menjadi tersangka setelah gelar perkara antara pihak kepolisian bersama Komnas perlindungan anak (PA), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Mapolda Jatim hari ini. Kini, kata Ali, pihaknya segera menyiapkan kelengkapan berkas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah berkas lengkap, kemudian akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk lebih lanjut," ujarnya.
 
Sebelumnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait, menyebut kasus dugaan kekerasan seksual telah memasuki tahap gelar perkara. Kepastian itu didapatkan Arist, ketika ia melengkapi berkas ke Ditreskrimum Polda Jatim.
 
Baca: Komnas PA Dorong Polda Jatim Gelar Perkara Kasus Kekerasan Seksual di SPI
 
"Hari ini istimewa bagi pelapor, karena hampir 67 hari, tiba saatnya kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan JE sebagai pemilik dan pengelola sekolah SPI, dilakukan gelar perkara, karena hari ini lengkap," ujarnya.
 
Ketika ke Mapolda Jatim, Arist tidak sendirian. Ia didampingi pelapor yang juga terduga korban berinisial S. Keduanya menyampaikan bahan untuk gelar kasus yang dilakukan secara internal oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Jatim.
 
Lebih lanjut, pihak kepolisian memberikan kesempatan pada pelapor, Komnas PA dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan masukan-masukan supaya dijadikan pertimbangan utama.
 
"Selain itu juga untuk meningkatkan terduga status hukum dari saksi jadi tersangka. Mudah-mudahan hasil hari ini bisa meningkatkan status terduga pelaku dari saksi menjadi tersangka," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif