Gempa Bumi Tidak Ganggu Pertanian di Parigi
Petani membajak sawah menggunakan traktor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (24/10). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.
Palu: Gempa bumi yang mengguncang daerah Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu tidak mengganggu kegiatan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong. Panen di Kabupaten tersebut tetap dilakukan sesuai waktu.

"Bencana gempa tidak berdampak secara signifikan terhadap sektor pertanian. Berdasarkan laporan unit pelaksana teknis di masing-masing kecamatan, masa tanam dan panen tetap berjalan seperti semula," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Nelson Metubun seperti dilansir Antara, Selasa, 30 Oktober 2018.

Baca: Donggala Terparah Diguncang Gempa


Nelson menjelaskan, gempa bumi yang merusak ratusan bangunan serta fasilitas umum lainnya di Parigi membuat para petani hampir sepekan tidak mengolah sawah mereka karena masih trauma. Menurut Nelson, gempa yang berdampak terhadap bangunan di Kabupaten teresbut tidak berdampak besar terhadap kegiatan pertanian.

"Dari peninjauan itu ada sejumlah wilayah memang cukup parah dampaknya terhadap bangunan, namun untuk persawahan dan irigasi tidak signifikan sehingga petani masih bisa bercocok tanam seperti biasa," jelas Nelson.

Dusun Masari dan Toini, Desa Nambaru misalnya, wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah terparah akibat diguncang gempa. "Kami tau petani pasti mengalami kerugian, tetapi pascabencana ini sawah yang rusak tersebut sudah bisa digarap kembali," ujarnya.

Baca: Siswa di Palu Sudah Kembali Belajar

Sebelumnya, pemerintah setempat menargetkan produksi padi sawah tahun 2018 sebesar 307.976 ton atau 30 persen dari total target produksi Sulteng dengan luas tanam padi 59.088 hektare.

Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang menjadi penyangga ketahanan pangan Sulteng dan kabupaten itu juga bertekad menjadi daerah penyumbang beras untuk mewujudkan swasembada nasional.

Ia memaparkan, kabupaten tersebut memiliki kantong produksi pertanian padi sawah, di antaranya wilayah selatan, mulai dari Kecamatan Sausu, Balinggi, Torue dan Parigi selatan.

Wilayah tengah meliputi Kecamatan Toribulu, Kasimbar, Sidoan dan Mepanga, sementara wilayah utara mencakup Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu serta sebagian Desa Taopa dan Moutong.

"Kami harap wilayah-wilayah yang menjadi sentar beras ini senantiasa menjaga bahkan meningkatkan produksinya agar target kita bisa tercapai," pungkas Nelson.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id