Bupati Jember Faida. (Foto: Metro TV)
Bupati Jember Faida. (Foto: Metro TV)

Dimakzulkan, Bupati Jember: Tak Semudah Itu

Nasional dprd
Antara • 24 Juli 2020 17:24
Jember: Bupati Jember Faida mengatakan langkah DPRD memberhentikan dirinya sebagai orang nomor satu di Kota Pandhalungan, akan menempuh jalan panjang. Sebab, memakzulkan seseorang dari jabatan kepala daerah tak mudah.
 
"Tidak semudah itu menurunkan (jabatan) seorang bupati karena kami mendapat amanat dari rakyat," kata Faida, melansir Antara, Jumat, 24 Juli 2020.
 
Ia memastikan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Bupati Jember. Aktivitas birokrasi di Pemkab Jember juga tidak terpengaruh pada pemakzulan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya fokus pada penanganan virus korona sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jember," ucap dia.
 
Baca juga:Penyebab Bupati Jember Dimakzulkan
 
Saat ditanya langkah hukum apa yang akan dilakukan terkait dengan berkas hak menyatakan pendapat yang akan diproses di Mahkamah Agung (MA), bupati perempuan pertama di Jember itu mengaku akan mengikuti semua prosedur yang berlaku.
 
"Karena memang sudah ada aturannya. Saya tidak tahu apakah dewan nantinya benar-benar akan mengirim berkas itu ke MA. Namun, pada prinsipnya saya siap," tegas dia.
 
Faida menilai pemakzulan atas dirinya merupakan sejarah baru di Kabupaten Jember. Namun hal itu akan jadi pendidikan politik dan tata negara yang baik buat masyarakat.
 
"Saya kira hal itu juga menjadi edukasi yang baik bagi pemerintahan. Bagi saya tidak masalah dengan pemakzulan tersebut karena saya secara pribadi baik-baik saja," jelasnya.
 
Sebanyak tujuh fraksi DPRD Jember, yakni, Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan
Frakasi PKB, Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (Gerindra, Perindo, Berkarya), Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi Pendekar (PAN, Demokrat, Golkar) sepakat memakzulkan Bupati Jember Faida melalui sidang paripurna Hak Menyatakan Pendapat.
 
"Kami menganggap bupati telah melanggar sumpah jabatan, melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga DPRD bersikap melalui hak menyatakan pendapat kompak bahwa bupati dimakzulkan," kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi usai rapat paripurna, Rabu 22 Juli 2020.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif